Sabtu, 22 Oktober 2011

Juventus Legends (Part I)

 1.     Giampiero Boniperti

Mulai hari ini dimulai serial menarik 'Perjalanan Bintang Legenda'. Juventus.com akan memperkenalkan 50 legenda Bianconeri yang telah dipilih oleh fans, yang namanya akan berada di Stadion baru.

Pemain pertama yang akan diperkenalkan, adalah pria yang, lebih dari siapapun, mewakili semangat dari Juventus : Giampiero Boniperti.

Boniperti berasal dari Piedmont, lahir di Baregno (Provinsi Novara) pada 4 Juli 1928. Ia menghabiskan seluruh karir sepakbola nya bersama Bianconeri: pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai Direktur.

Tiba di Juventus pada usia 18 tahun, pada hari dimana Perang Dunia ke II berakhir. Musim 1946/47 adalah musim pertama dari 15 musim yang Ia habiskan dalam seragam yang sama. Ia membantu Juventus kembali menjadi yang terbaik, dan memberikan segala yang Ia miliki hingga tahun 1961, tahun dimana Ia bermain untuk terakhir kalinya dalam seragam Juventus. Sepanjang karirnya sebagai pemain, Juventus memenangkan lima gelar scudetto dan dua Piala Italia. Boniperti mencetak 179 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak ke dua sepanjang sejarah Juventus, yang dikalahkan oleh Alessandro Del Piero. Boniperti adalah sensasi yang sesungguhnya, yang diakui melalui 125 pemain terbaik sepanjang sejarah oleh FIFA.

Boniperti tetap tidak dapat lepas dari kemenangan, dan ini berlanjut saat Ia menjabat sebagai Direktur. Menjadi Presiden Juventus pada 1971, dan dibawah kepemimpinannya Juventus lebih banyak dikenal dan dipuja pada tahun 70-an hingga 80-an, di Italia, Eropa dan dunia. Di usia yang hampir 83 tahun dan menyaksikan cucunya Filippo menjalani debut bersama tim utama Juventus, nama Giampiero Boniperti akan tetap menjadi legenda hingga hari ini.

2.     Gianpiero Combi

Kali ini adalah seri ke dua dari 'Perjalanan Bintang Legenda'. Juventus.com akan melanjutkan serial ini untuk memperkenalkan 50 legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru, dan telah dipilih oleh para fans.

Gianpiero Combi menjadi pemain berikutnya dalam serial ini. Setelah Giampiero Boniperti, bintang hari ini juga menjadi simbol dari sepakbola Italia dan berasal dari Piedmont : Gianpiero Combi, salah satu kiper terbaik dalam sejarah, dan bukan hanya bagi Juventus.

Lahir di Turin pada 20 November 1902, Combi menghabiskan seluruh karirnya di antara mistar gawang Juventus dan juga tim nasional Italia. Ia meraih kesuksesan yang luar biasa dalam mengenakan kedua seragam tersebut.

Kiper ini bermain untuk Bianconeri mulai musim 1921/22 hingga 1933/34, memenangkan lima gelar scudetto : satu pada musim 1925/26 dan empat pada periode ‘Quinquennio’ (lima scudetto berturut-turut).

Pada tahun 1934, Combi memutuskan untuk pensiun di usia 32 tahun, satu hari usai mengangkat Piala Dunia di Roma. Ia adalah kapten dari tim nasional Italia asuhan Vittorio Pozzo. Kesuksesan tersebut datang usang final yang menegangkan melawan Cekoslavakia pada tanggal 10 Juni, yang juga masih dikenang hingga saat ini.

Kepergiannya pada tahun 1956 membuat Juventus harus kehilangan salah satu bintang mereka, namun kenangan akan kehebatannya akan selalu bersinar hingga saat ini.

3.     Felice Borel

Hari ini merupakan serial ke tiga dari "Perjalanan Bintang Legenda". Juventus.com akan kembali melanjutkan untuk memperkenalkan 50 Legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru, dan dipilih oleh para fans.

Salah satu pahlawan Bianconero bergabung dengan Giampiero Boniperti dan Gianpiero Combi dalam 50 bintang legenda. Pemain ini berada di era yang berbeda, namun Ia tetap dapat dihubungkan dengan permainan di era modern melalui suatu hal yang paling sederhana dan diinginkan pemain pada posisinya : mencetak gol. Salah satu dari pencetak gol terbaik dalam sejarah Bianconeri, Felice Placido Borel II, menempatkan namanya dalam daftar legenda Bianconeri kali ini. Kakaknya, Aldo Giuseppe, juga bermain untuk Juventus.

Lahir di Nizza pada 5 April 1914, Borel II tidak memerlukan waktu lama untuk mengukirkan namanya. Pada 1932, tidak lama setelah berusia 18 tahun, Ia telah menjadi bagian dari tim Juventus yang mencatatkan sejarah, dengan meraih dua Scudetto berturut-turut dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti meraih gelar. Dijuluki Farfallino karena postur tubuhnya yang kecil dan gesit, Ia ikut berkontribusi dalam meraih kesuksesan dalam Quinquennio (lima scudetto bertutut-turut). Statistik golnya mengatakan segalanya : 29 gol dalam 28 laga di musim pertamanya, 31 dalam 34 laga di musim ke dua, 13 dalam 29 laga di musim ke tiga. Ia memuncaki daftar pencetak gol terbanyak di dua musim pertamanya, sesuatu yang belum pernah dicapai oleh penyerang Bianconeri manapun.

Di akhir 12 musimnya bersama Juventus, Ia telah mencetak 157 gol dalam 308 laga di Serie A, Coppa Italia dan Central European International Cup. Gol pertamanya, pada 1933, dicetak pada 11 Juni, dan langsung mencetak dua gol pada kemenangan 3-0 atas Milan.
Di musim terakhirnya sebagai pemain, Borel II juga menjadi pemain-pelatih dari Juventus, dan waktu yang singkat di Turin. Ia juga yang telah menmukan bakat dari Giampiero Boniperti.

Dia memiliki karir yang singkat namun penting di tim nasional. Borel II hanya memainkan tiga laga internasional, namun itu sudah cukup untuk menjadi bagian dari tim nasional Italia yang memenangkan Piala Dunia 1934.

Ia meninggal dunia pada 21 Januari 1993, dalam usia 79 tahun.

4.     Gaetano Scirea

Hari ini adalah seri ke empat dari Serial Perjalanan Bintang Legenda. Juventus.com akan kembali melanjutkan untuk memperkenalkan 50 Legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru, dan dipilih oleh para fans.

Seri kali ini akan membahas karir dari salah satu pemain Bianconeri yang paling dicintai oleh fans, Gaetano Scirea. Ia adalah pemain yang luar biasa baik di lapangan maupun di luar lapangan, sebuah contoh teladan dari pemain berkelas tinggi dengan kerendahan hati.

Scirea membela Juventus selama 14 musim sebagai pemain dan juga sebagai pelatih, walaupun dalam waktu yang singkat. Hidupnya berakhir dengan tragis, dan kepergiannya ditangisi oleh jutaan fans Bianconeri, setelah Ia mengalami kecelakaan mobil pada 3 September 1989 di Polandia.

Tragedi tersebut, walaupun begitu, tidak dapat menghilangkan sejarah menakjubkan yang Ia torehkan saat mengenakan seragam Juventus. Sebanyak 552 penampilan (sebuah rekor yang tidak tersentuh sebelum akhirnya Del Piero berhasil memecahkan rekor tersebut) dan tanpa menerima satu kartu merah pun dalam karirnya, sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang pemain sepakbola yang berposisi sebagai pemain bertahan. Ia adalah bek yang sangat elegan dan stabil, juga mampu bermain menyerang layaknya penyerang : raihan 32 golnya adalah jumlah yang cukup impresif.

Rekor karir Scirea juga diakui. Tujuh gelar scudetto, dua Coppa Italia, satu Piala Champions, satu Piala Interkontinental, satu Piala Super Eropa, satu Piala Cup Winners dan satu Piala UEFA. Piala Dunia 1982 di Spanyol juga tidak dapat dilupakan begitu saja, dimana Ia menjadi pemain kunci di barisan pertahanan Italia asuhan Enzo Bearzot bersama dengan beberapa rekan satu tim nya yang lain di Juventus.

Nama Gaetano Scirea masih akan selalu dikenang oleh seluruh fans Juventus hingga hari ini. Kehebatannya bahkan tetap diakui oleh para suporter yang lebih muda, yang tidak sempat melihatnya bermain.

5.     Edgar Davids

Hari ini hadir serial berikutnya dari 'Perjalanan Bintang Legenda'. Juventus.com kembali melanjutkan kisah dari 50 legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru Juventus, dan dipilih oleh para fans.

“Terakhir namun bukan yang tidak penting”, adalah sebuah ungkapan yang tepat bagi Edgar Davids. Gelandang asal Belanda ini adalah pemain terakhir yang dianugerahi Bintang Legenda (lihat berita ini ) dan akan ikut terpampang di Stadion baru Juventus bersama-sama dengan 49 nama lainnya yang telah terpilih lebih dahulu.

Meskipun menjadi yang terakhir, namun bukan berarti kontribusinya di lapangan tidak berarti dalam meraih cinta dari para fans. "The Pitbull" hingga saat ini masih menjadi salah satu pemain favorit dari para suporter Bianconeri, meskipun Ia telah meninggalkan Juventus lebih dari delapan tahun silam, dan ini semua berkat kerja keras dan semangat juang yang Ia tunjukkan dalam setiap laga yang dimainkannya saat mengenakan seragam Juventus (235 penampilan).

Petualangan Davids di Turin dimulai pada 14 Desember 1997, hanya beberapa hari setelah kedatangannya dari Milan. Pengalamannya yang kurang beruntung bersama dengan Rossoneri menjadikannya kembali lebih kuat dan termotivasi, seperti saat Ia masih berada di Ajax, klub dimana Ia besar dan memenangkan hampir semua trofi baik di Belanda maupun Eropa.

Hal yang sama pun terjadi saat Ia di Juve. Selama tujuh musim, Ia meraih tiga gelar Scudetto dan dua Piala Super Italia, koleksi piala yang menjadikan pengalamannya dalam seragam Bianconeri menjadi lebih spesial.

6.     Dino Zoff

Hari ini 'Perjalanan Bintang Legenda' telah sampai pada seri yang ke enam. Juventus.com akan kembali melanjutkan perjalanan 50 legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru, dan telah dipilih oleh para fans.

Memperingati 29 tahun dari rekor 100 kali penampilan bersama tim nasional Italia (saat Italia Vs Polandia) dan menjelang sebuah rekor penting lainnya (rekor 'clean-sheet' dalam laga internasional yang berakhir pada 15 Juni 1974), legenda pada hari ini adalah Dino Zoff.

Zoff adalah sebuah keajaiban yang sesungguhnya, simbol dari kekuatan, ketahanan, dan yang selalu dapat diandalkan. Ia mewakili dengan baik dari tim nasional Italia - sebagai kapten pada Piala Dunia Spanyol 1982 - dan juga bagi Juventus Football Club. Kiper ini tiba di Juventus pada tahun 1972 di usia 30 tahun, dengan pengalaman penting selama sepuluh tahun karirnya bersama Udinese, Mantova dan Napoli. Ia juga menjadi bintang bagi Azzurri, dengan memenangkan Piala Euro 1968 dan nyaris tidak ikut dalam Piala Dunia 1970.

Di Juventus, Zoff memperpanjang karir cemerlangnya dalam satu dekade berikutnya. Ia memainkan 476 laga dalam sebelas musim (330 penampilan di Serie A, tanpa absen satu laga pun) dan mempersembahkan beberapa trofi bagi Bianconeri : enam Scudetto, dua Piala Italia dan satu Piala UEFA. Usai final Liga Champions melawan Hamburg pada tahun 1983, sang kiper ini memutuskan untung menggantungkan sarung tangannya. Namun, kepergiannya hanya sesaat. Ia kembali sebagai pelatih Juventus pada 1988, dan memimpin Bianconeri meraih satu Piala Italia dan Piala UEFA.

7.     Gianluca Pessotto

Hari ini merupakan serial ke tujuh dari ‘Perjalanan Bintang Legenda’. Juventus.com masih akan terus melanjutkan untuk memperkenalkan 50 legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru, dan telah dipilih oleh para fans.

Legenda ketujuh dari Bianconeri ini adalah, sejak diperkenalkannya nomor punggung pemain, memegang jersey nomor tujuh untuk periode terlama : Gianluca Pessotto. Full-back yang mampu bermain di beberapa posisi ini menjalani sebelas musim di Turin, dan menghabiskan tujuh musim dengan mengenakan seragam bernomor punggung tujuh.

Gianluca Pessotto adalah pemain yang mampu beradaptasi dengan baik dan sangat cerdas. Ia membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain yang banyak memiliki sumber daya dan keinginan yang kuat, dan ini ditandai dengan kemampuannya melangkah dari tim serie C2 bersama Varese, hingga mengangkat Piala Interkontinental bersama Juventus dalam rentang waktu lima tahun.

Ia tiba di Juve pada tahun 1995, bergabung dengan tim yang baru saja meraih gelar, namun masih mencari kesuksesan lainnya. Pessotto menikmati begitu banyak kesuksesan dalam musim berikutnya bersama Juventus. Dan ketika Ia pensiun pada musim 2005/06, Pessotto memiliki raihan gelar yang luar biasa : enam Scudetto, empat Piala Super Italia, satu Piala Champions (dimana gol penaltinya memenangkan final melawan Ajax), satu Piala Interkontinental dan satu Piala Super Eropa. Ia bermain sebanyak 366 laga untuk Juventus dan mencetak tiga gol.

Pessotto juga memberikan kontribusi bagi tim nasional Italia, terutama pada ajang Euro 2000. Ia mencetak penalti di semi-final melawan Belanda, berhasil mematikan Zidane dan memberikan umpan pada gol pembuka Delvecchio di final melawan Perancis. Namun akhirnya, Perancis berhasil membalas dengan dua gol dan memenangkan ajang tersebut.

Nama Gianluca Pessotto sampai saat ini masih terikat dengan Juventus, lima tahun setelah mengakhiri karirnya yang panjang dan mengagumkan. Setelah sempat menjadi ‘Manajer Tim’ bersama Tim Utama Juventus, Ia saat ini bertanggung jawab terhadap Sektor Remaja dari Bianconeri.

8.     Sergio Brio

Juventus.com kembali melanjutkan dalam menampilkan 50 legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru, dan telah dipilih oleh para fans. Kali ini adalah seri ke delapan, dan menjadi giliran dari pemain bertahan bertubuh 'raksasa', Sergio Brio.

Brio, bersama dengan Francesco Morino, adalah pemain yang berposisi sebagai ‘stopper’ dengan kemampuan untuk menjaga lawan. Ia selalu mengenakan seragam bernomor punggung ‘5’ (di era dimana nomor skuad belum diterapkan), bermain dengan lengan baju yang tergulung meskipun pada bulan Januari, menunjukkan semangat tinggi dan mencetak beberapa gol penting. Sergio Brio menjalani 12 musim di Turin (dari 1978-1990) dan bermain bersama – di beberapa waktu yang berbeda – dengan pemain-pemain seperti Gaetano Scirea, Claudio Gentile dan Antonio Cabrini, tanpa melupakan Dino Zoff dan Stefano Tacconi.

Pemain bertahan ini menggunakan semangat juangnya yang tinggi untuk mematikan langkah dari para penyerang lawan (‘pertempurannya’ dengan Roberto Pruzzo tidak akan dapat terlupakan), namun Ia juga memiliki kemampuan khusus di area penalti lawan : 24 gol dari 378 laga merupakan perolehan yang impresif bagi seorang pemain bertahan. Ia berkontribusi dalam era kesuksesan Bianconeri, dengan meraih beberapa trofi : empat Scudetto, tiga Piala Italia, satu Piala Champions, satu Piala Interkontinental, satu Piala Super Eropa, satu Piala Cup Winners’ dan satu Piala UEFA.

Prestasi Brio ini menjadikannya sebagai salah satu dari lima pemain (bersama-sama Scirea, Cabrini, Tacconi dan pemain Belanda Danny Blind) yang telah memenangkan seluruh ajang kompetisi sepakbola yang diakui oleh UEFA dan FIFA.

Ia pensiun dari sepakbola pada 1990, bersamaan dengan kesuksesan mantan rekannya Zoff yang memimpin Bianconeri mengangkat gelar ganda, Piala Italia dan Piala UEFA. Namun, Brio melanjutkan hubungannya dengan klub, saat menjadi asisten dari Trapattoni dan meraih kesuksesan di Piala UEFA tahun 1992.

9.     Roberto Baggio

Juventus.com akan kembali mempersembahkan kisah 50 legenda Bianconero yang namanya akan berada di Stadion baru, dan dipilih oleh para fans.

Hari ini, kami akan menggandakan kisah sebelumnya. Dari nomor ‘5’ Sergio Brio ke nomor ‘10’ Roberto Baggio. The ‘Divin Codino’ adalah salah satu talenta luar biasa yang pernah mengenakan seragam Juventus.

Magis dan gol-gol yang dicetaknya (115 dalam 200 laga) menjadikannya sebagai simbol dalam lima musim karirnya bersama Bianconeri, antara tahun 1990 hingga 1995. Selama Ia bermain, Bianconeri berhasil meraih satu Scudetto, satu Piala Italia dan satu Piala UEFA.

Penyerang asal Coldogno ini memainkan peranan penting dalam kesuksesan Juventus di Eropa pada musim 1992/93. Ia membawa tim ini melewati kompetisi yang sulit dan hal tersebut tidak dapat diabaikan begitu saja, Baggio memperoleh dua penghargaan individual yang prestisius – Golden Ball dan FIFA World Player of The Year. Prestasi yang diraihnya ini menjadikan dirinya sebagai bagian dari bintang eksklusif Juventus, seperti Omar Sivori, Paolo Rossi, Michel Platini (yang memenangi gelar tersebut tiga kali berturut-turut), Zinedine Zidane, Pavel Nedved dan Fabio Cannavaro.

Ia juga memberikan kontribusi yang penting bagi tim nasional. Baggio gagal mengantarkan Italia untuk meraih Piala Dunia 1994, yang dilangsungkan di Amerika Serikat, namun magisnya tetap tidak dapat pudar dan terus dicintai oleh penggemar sepakbola Italia. Penyerang ini juga memegang rekor yang luar biasa : pemain Italia pertama yang mencetak gol di tiga Piala Dunia berbeda (Italia ’90, Amerika Serikat ’94, dan Perancis ’98).

10.            Fabio Capello

Juventus.com kembali mempersembahkan 50 legenda Bianconeri yang namanya akan berada di Stadion baru Juventus, dan telah dipilih oleh para fans.

Legenda pada hari ini adalah Fabio Capello. Pelatih tim nasional Inggris, yang juga mantan pemain serta pelatih Juventus ini, juga berulang tahun yang ke-65 pada hari ini (18 Juni 2011).

Capello menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam dunia sepakbola, yang sebagian besar juga menghasilkan kesuksesan. Pertama sebagai pemain dan kemudian sebagai pelatih.

Gelandang yang tidak mengenal kompromi ini menikmati kesuksesan luar biasa bersama Juventus. Ia menghabiskan enam musim di Turin (1970-1976), memainkan 239 laga dan mencetak 41 gol. Ia memenangi tiga gelar sepanjang karirnya bersama Juventus (1971/72, 1972/73 dan 1974/75).

Capello juga memberikan kontribusi penting bersama tim nasional. Gol yang dicetaknya di Wembley pada 14 November 1973 menjadikan Italia untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menang di Inggris.

Hubungannya dengan Juventus - sebagai pemain -berakhir pada 1976, namun kembali berlanjut pada tahun 2004. Usai menahkodai Milan dan Roma dalam memenangkan Scudetto (kedua tim dimana Ia juga sempat bermain), Capello kembali bergabung dengan Bianconeri sebagai pelatih. Kesuksesannya kembali berlanjut, dengan memimpin Juventus meraih scudetto pada 2004/05 dan 2005/06.
   
Dalam kesempatan ini, segenap keluarga besar Juventus mengucapkan selamat ulang tahun dan semoga sukses, kepada salah satu legenda Bianconeri, Fabio Capello.

Sumber:
o       Juventus.com
READ MORE..

II Pinturrichio

Semuanya dimulai dari bulan Maret tahun 1997, Minggu kedua hari Selasa, saat itu koran Bola menerbitkan edisi perdana koran Bola dharo Selasa dengan cover depan seorang pemain Juventus, Alessandro Del Piero. Saat itu hampir semua media massa jika membahas sepakbola, maka cover yang ditampilkan adalah Juventus. Maklum saja, tahun-tahun itu adalah masa keemasan bagi Juventus, baik di Italia maupun di Eropa. Sejak saat itu saya sudah tidak bisa berpaling lagi dari Juventus, sebenarnya saya sudah tertarik dengan Juventus saat seri A Liga Italia diatayangkan di RCTI awal tahun 1990-an. Waktu itu saya masih kelas 4 SD, papa saya selalu berkata, “Coba kamu lihat pemain rambut putih sama yang botak itu (maksudnya adalah duet Fabrizio Ravanelli dan Gianluca Vialli di Juventus) mereka pemain yang paling hebat…”

Karena masih kecil, saya hanya melihat sekilas saja, pada saat bagian golnya saja baru saya memperhatikan. Tapi saat itu dihati saya sudah tertanam, Juventus dan Juventus dan Juventus… Sampai dimasa saya memasuki SMP, masa itu bukan lagi miliknya “si rambut putih atau si botak” bahkan bukan lagi “si kuncir kuda, Baggio” tapi dimulai dengan sebuah cover di tabloid Bola, seora ng pemain muda Juventus, Alessandro Del Piero. Sejak saat itu saya tidak pernah berhenti mengikuti perkembangan tentang Juventus sampai dengan detik ini. Kebesaran seorang pemain tidak akan pernah bisa menyaingi kebesaran klub yang dibelanya. Dan tampaknya seorang Alessandro Del Piero menyadari akan bunyi pernyataan ini. Dalam artikel kali ini, izinkan saya membahas seorang Alessandro Del Piero, Pangeran dari Turin, yang mengabdikan nyaris seluruh karir sepakbolanya bersama dengan Juventus. Mungkin anda bertanya-tanya, kenapa harus ADP, kenapa tidak yang lain, bukankah masih banyak pemain legenda  Juventus lainnya yang juga bisa diangkat ? Jawaban saya sederhana, tanpa mengurangi rasa hormat saya terhadap legenda-legenda Juventus yang lainnya. buat saya ADP melebihi mereka semuanya, bahkan ADP masih bermain untuk Juventus sampai detik ini. Dan prediksi saya, ini adalah tahun terakhir ADP bersama dengan Juventus, entahkah ADP akan pensiun atau menutup karirnya di MLS. Sehingga saya ingin mengulas sekali lagi perjalanan pemain besar, Alessandro Del Piero, yang saya kutip dari berbagai sumber yang akurat dan terpercaya.

Siapakah Alessandro Del Piero itu?

Alkisah pada zaman Renaissance abad 14-15, hiduplah seniman bertalenta yang dijuluki Pinturicchio (pelukis cilik). Pelukis produktif yang terinspirasi dan karenanya tenggelam dalam kebesaran pelukis tenar masa itu, Raphael Perugino. Dan nama Pinturicchio kembali bergaung, dan adalah seorang Alessandro Del Piero yang menggemakannya. Demikianlah Gianni Agnelli menyematkan panggilan itu ADP. Sebab mereka punya garis hidup sama. ADP juga secara tak langsung banyak dihubungkan dengan pendahulunya, Roberto Baggio. ADP sendiri tentu saja tak pernah perduli dengan perbandingan yang dipopulerkan Gianni Agnelli tersebut.

Perbandingan yang sebenarnya melecehkan lantaran ADP sempat dianggap tak pernah bisa menyaingi kebesaran seorang Baggio, namun ADP sudah membuktikan pencapaiannya melebihi Baggio. Menjadi pemain sepakbola terkenal sudah menjadi hal yang disyukurinya. Pasalnya, ketika kecil, ADP tidak pernah bermimpi menjadi pesepakbola handal. Cita-citanya sederhana yaitu hanya menjadi sopir truk besar (lorry driver). Alasannya, menjadi lorry driver bisa berkeliling dunia, seperti hal yang kini dilakoninya lewat sepakbola. ADP lahir dari keluarga sederhana di Conegliano Venetopada, pada 9 November 1974. Ayahnya, Gino, adalah ahli elektronika, sedang ibunya, Bruna, ibu rumah tangga biasa. Bersama tiga temannya, Nelso, Pierpaolo, dan Giovanni-Paolo, ADP kerap bermain bola di halaman rumahnya. Ketiga temannya bercita-cita jadi pemain sepakbola. Tapi justru hanya ADP yang jadi pemain sepakbola besar.

Jikapun ada yang mendorongnya untuk serius menekuni bola adalah sang kakak,  Stefano,  yang memang pemain sepakbola profesional. Sayang, karir sang kakak berakhir karena cedera berat saat memperkuat Sampdoria. Tahun 1988 saat memperkuat AC San Vendemiano, bakat ADP tercium pemandu bakat. Pada usia 13 tahun, ADP ditarik tim Padova Calcio. Empat tahun kemudian, pada usia 17 tahun ADP mulai menjadi pesepakbola profesional, memperkuat Padova di Seri B. Cukup bermain 14 kali, kiprahnya langsung mengundang minat klub raksasa Juventus yang merekrutnya tahun 1993. Bersama Juventus inilah namanya berkibar hingga ADP menjadi tumpuan timnas Italia dan menjuarai piala Dunia 2006. Seperti juga Pinturicchio, ADP mungkin tak bisa menjadi legenda utama di Italia. Tapi seperti juga Pinturicchio yang karyanya pada sejumlah gereja di Vatikan masih bisa terus diapresiasi hingga kini, ADP juga telah menghasilkan sejumlah rekor monumental yang akan terus dikenang sepanjang masa. Pada awalnya posisi ADP ternyata adalah kiper. Saat usia tujuh tahun ketika bermain di klub anak-anak lokal, AC San Vendemiano, ADP lebih memilih posisi sebagai kiper. Alasannya sangat lugu, khas pembawaan anak kecil, dengan menjadi kiper, ADP bisa lebih lama memegang bola dengan tangan dibanding para pemain lain. Ibunya pun mendukung ADP menjadi kiper dengan alasan berbeda. Kata sang ibu, dengan jadi kiper, anaknya tak akan terlalu banyak mengeluarkan keringat, dan jauh terhindarkan dari kemungkinan cedera. Tapi kakaknya, Stefano, berpandangan lain,  Stefano melihat bahwa bakat ADP sesungguhnya adalah seorang striker. Dan sejak saat itu ADP bermain dengan posisi sebagai seorang striker.

Kehidupan Pribadi Alessandro Del Piero

Menjadi pemain sepakbola di klub besar seperti Juventus, pasti merupakan suatu impian semua orang yang menyukai olahraga ini. Bagaimana tidak, gaji yang sangat tinggi, terkenal, mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari mobil mewah sampai dengan rumah mewah, belum lagi kehidupan malam yang penuh dengan kenikmatan dunia, mulai dari bebas keluar masuk klub malam terkenal, dikelilingi wanita-wanita cantik. Semua itu dapat kita lihat di film yang berjudul Goal 1 & 2, sebuah film menarik yang membahas kehidupan seorang pesepakbola, mulai dari bawah sampai menjadi pemain sepakbola yang terkenal. Namun hal seperti tampaknya tidak berlaku untuk seorang ADP, kehidupan ADP sangat jauh dari gosip yang tidak enak didengar, ADP tidak pernah berbuat ulah maupun tindakan bodoh yang merugikan dirinya sendiri dan klub yang dibelanya.

Alessandro del Piero mengakhiri masa lajangnya. Setelah menjalin hubungan selama enam tahun, bintang sepakbola Italia itu menikahi kekasihnya, Sonia Amoruso. Pernikahan tersebut jauh dari publikasi dan gembar-gembor media massa karena terkesan dilakukan secara diam-diam, sehingga banyak yang tidak tahu kapan dan di mana kapten Juventus itu melepas statusnya sebagai bujangan. Dilaporkan, Channel4, ADP dan Sonia saling mengucap janji setia di gereja San Crato di kota Turin pada hari Senin 13 Juni 2005 malam waktu setempat, dan hanya dihadiri oleh 12 orang-orang terdekat kedua mempelai. Semula publik mendengar isu mereka akan menikah pada 19 Mei lalu. Tapi entah kenapa rencana tersebut batal. Sonia Amoruso adalah saudara kandung Nicola Amoruso, bekas rekan satu klub ADP di Juventus. Tidak seperti kebanyakan bintang sepakbola Italia yang beristrikan model atau artis, Sonia bukanlah “selebriti”. Perempuan cantik berambut panjang-gelap itu mulai bekerja sebagai seorang saleswoman, namun kini ia telah memiliki butik sendiri bernama “Satu” . Hubungan mereka sudah berlangsung sejak 1999 dan Sonia dikenal sangat membantu ADP saat menghadapi masa-masa sulitnya, semisal pasca kegagalan Italia di Euro 2000 dan kematian sang ayah. Pasangan ini tampil pertama kali di depan publik pada 1 Oktober 2001 dalam sebuah acara penghargaan sepakbola, di mana ADP terpilih sebagai pemain Italia yang paling dicintai. Sejak itu mereka Sonia nyaris tak pernah absen mendampingi Del Piero baik di dalam lapangan maupun di acara-acara tertentu di luar stadion. Dari pernikahan ADP dan Sonia, kini mereka sudah memiliki tiga orang anak. Seorang anak laki-laki bernama Tobias Del Piero (lahir di Turin, 22 Oktober 2007) dan seorang anak perempuan yang bernama Dorotea Del Piero (lahir di Turin, 4 Mei 2009). Dan yang terakhir lahir Sasha Del Piero (seorang laki-laki, lahir 27 Desember 2010).

ADP bukan hanya seorang yang mencintai keluarga, namun ADP juga seorang yang sangat perduli dengan kegiatan sosial. Bukan bermaksud mencari sensasi atau mencari nama, namun ADP memang adalah seorang yang sangat berjiwa sosial. ADP sudah sejak lama terlibat dalam berbagai macam kegiatan sosial kemanusiaan. Ada beberapa kegiatan sosial kemanusiaan yang ADP lakukan dan mendapatkan penghargaan serta pengakuan dunia.

Di Lapangan Bersama “ale10friendsforjapan”

Kegiatan amal yang diprakarsai oleh Alessandro Del Piero untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang pada 11 Maret berlanjut dan semakin sukses. Kapten Juventus ini membuat situs khusus untuk memberikan bantuan kepada Palang Merah Jepang, yang bekerja keras dalam membantu masyarakat Jepang yang terkena bencana ini : www.ale10friendsforjapan.org, dan menjual t-shirt khusus senilai 15 euro per t-shirt, dan dukungan yang diterima ternyata sangat luar biasa. Dan Alex mengucapkan rasa terimakasihnya melalui situs tersebut :

“Penjualan t-shirt melalui situs www.ale10friendsforjapan.org ini mengalami kemajuan, beberapa sudah dikirimkan dan beberapa lagi sedang menunggu untuk dikirimkan… kesuksesan kegiatan ini sempat sedikit mengalami keterlambatan pada pengiriman pertama, namun kami sedang mempercepat prosesnya. Jadi kami meminta sedikit kesabaran dari kalian dan semoga kalian akan merasa puas dengan hasilnya.”

“Kami memperoleh hasil yang cukup baik, namun ini masih merupakan awal – lanjut sang kapten – Saya ingin berterima kasih di depan publik kepada kalian yang telah membantu terwujudnya kegiatan ini dan berkontribusi secara signifikan dalam suksesnya penggalangan dana kali ini, mulai dari para kolega saya yang bersedia memberikan bantuannya. Dan dengan segala hormat, dengan bangga saya mengumumkan bahwa – terimakasih atas dukungannya terhadap Ale10friendsforJapan oleh AIC, CAN, Lega A, Lega B – mulai sore ini dan selanjutnya di liga Serie A dan Serie B, kegiatan kami akan berpartisipasi dalam setiap pra-laga di lapangan. Anak-anak yang menemani tim serta para wasit, akan memasuki lapangan dengan mengenakan t-shirt Ale10friendsforJapan, sementara kedua kapten dari tiap tim akan berfoto memegang t-shirt tersebut sebelum kick-off.”

(sumber : juventus.co.id)

Alessandro Del Piero Dan Sahabat

Seorang ADP sangat dihormati kawan dan ditakuti lawan. Mari kita simak beberapa komentar-komentar tentang ADP:

o       Mauro Camoranesi: “He is an exceptional person and really doesn’t need to prove himself to anyone. Del Piero is a wonderful man and player.” 

o       Fabio Capello: “I believe in champions and Alex is a champion. Del Piero is a player of very high quality and deserves his record”. Because of having many strikers in the squad: “Sometimes I feel embarrassed at putting him on the bench.”

o       Frankie Dettori: “Del Piero is a true genius”

o       Mark Hughes: “Even though Del Piero may be well into his 30s now, he remains one of the great players”.

 
o       Angelo Di Livio: “I’ve met Ale at the Primavera. And he was already a phenomenon. He was so brave that we forced the coach to make him debut at the main team”. “He has those abilities that only great stars have. And everyone, as soon as they saw him, said “This one will surely make it”.

o       Pepe Kamel: ”With his charm and charisma he has won us all, his creativity and magnificent talent have given us nothing more to ask for, and his free kicks, no comment”.

o       Marcello Lippi: “Del Piero is a champion with extraordinary technical ability and wonderful characteristics. When he is selected he never disappoints. He is an example to us all.” “He has great skills and intuitions that few other players have”. “He is a captain in the real sense of the word”.

o       Ruben Olivera: “Del Piero is my idol. When I arrived at Juventus and I was introduced to Alex, it was like touching the heavens with my finger”.

o       Fabio Cannavaro: “In my view he’s the best person I’ve meet in this sport.”

o       Giuseppe Taglialatela: The former S.S.C. Napoli keeper recalls a goal conceded from Del Piero: “Let’s say he scored a goal a la Baggio, a la Maradona. He took the ball in midfield, dribbled 3-4 teammates of mine. He’s good, what can I say?”

o       Fabrizio Ravanelli: “Del Piero is able to do certain things, that could seem extraordinary, but he does them like they were simple”

o       Diego Armando Maradona: Talking about the best 100 world footballers ever he says “Here he is, he is different from Zidane, he likes to play, he feels it in his soul; between he and the French (Zinedine Zidane), I stay with him.”

o       Adrian Mutu: “Alex is an example for all of us. He works hard in training without ever speaking out.”

o       Alessio Tacchinardi: “He (Del Piero) always comes to the training field with a smile for everyone, a comforting word for everyone. This is his greatness: humbleness… he’s a golden person”.

o       Gianluca Zambrotta: “It’s still surprising to me that Alessandro Del Piero has gone through his career without winning this trophy” (the Ballon d’Or).

Alesandro Del Piero dan statistic

Dalam wawancara terbarunya dengan La Gazzetta dello Sport, ADP mengaku mulai ragu akan masa depannya. Dia belum tahu apakah ini bakal menjadi musim terakhirnya. ADP akan berusia 37 tahun di November mendatang, dan kontraknya dengan Si Kekasih Italia bakal usai pada Juni 2012.

 “Sesungguhnya hal ini tidak terlalu saya pikirkan berulang kali dalam hidup saya, namun mengetahui bahwa ini bisa saja menjadi musim terakhir saya malah mendorong saya untuk memberikan 200 persen bagi klub ini. Saya masih belum memutuskan apakah ini akan menjadi musim terakhir saya di Juventus atau keseluruhan karir saya. Tapi, dalam 20 tahun pengabdian ini, saya akan senang untuk melihat kembali petualangan yang selama ini telah berjalan. Kita harus lebih bersatu dari sebelumnya untuk mendapatkan hasil yang baik, itu tidak benar untuk mengatakan bahwa jika Anda melakukan segalanya dengan benar maka Anda menang, tetapi jika Anda melakukan segala sesuatu yang salah maka jelas bahwa Anda tidak akan berhasil. Untuk mencapai hasil yang bagus Anda perlu kerendahan hati, kehormatan, tanggung jawab dan semangat pengorbanan.”

Hal Hal Menarik Tentang Alessandro Del Piero

Oasis merupakan salah satu band favorit ADP dan ia berteman baik dengan vokalis/gitaris Noel Gallagher. Gallagher dianggap oleh ADP sebagai maskot keberuntungan timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006. ADP juga sempat muncul di video klip lagu Oasis terbaru Lord Don’t Slow Me Down.

Pada Piala Dunia 2002, Extra Joss mengundang pemain sepak bola terkenal dari Italia, Alessandro Del Piero menjadi bintang iklannya.

ADP mencetak 1 gol di semifinal Piala Dunia 2006 ketika melawan Jerman di semifinal, dan di tahun itu Italia menjadi juara Piala Dunia 2006.

ADP mengungkap rahasia dibalik kesuksesannya dalam mengeksekusi tendangan bebas. Menurutnya, yang terpenting dalam melakukan tendangan bebas adalah membuat bola masuk ke dalam gawang.

“Saya tahu, setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam melakukan tendangan bebas. Namun, filosofi yang saya anut dalam setiap kali melakukan tendangan bebas adalah membuat bola masuk ke gawang.”

Dituturkan oleh mantan pelatih tim junior Juventus, Antonello Cuccureddu, ketika itu ADP hendak dipinjamkan ke klub lain oleh Giovanni Trapattoni. Namun akhirnya tidak terlaksana, karena Trapattoni melihat perkembangan signifikan dari ADP.

“Del Piero melakukan hal luar biasa saat bermain untuk Primavera. Trapattoni kemudian memutuskan tak membuang. Dia lalu sukses menembus skuad inti. Itulah awal dari sang legenda. Saya ingat ketika Del Piero masih sangat muda, dia berhasil membuat saya dan Giampiero Boniperti terkesan. Kami berdua tahu kalau pemuda itu akan meraih sukses di Juventus.  (Tribalfootball, Senin (9/5/2011).

ADP menjadi pencetak gol terbanyak di seri B dengan  20 gol dan berhasil membawa Juventus keluar dari seri B hanya dengan 1 musim berada disana. Pada musim berikutnya di seri A, ADP kembali menjadi pencetak gol terbanyak dengan 21 gol.

Kecintaan ADP terhadap Juventus sudah tidak diragukan lagi. ADP bersedia gajinya dipotong dari 4 juta euro menjadi 1 juta euro ketika memperpanjang kontraknya selama setahun, sampai dengan Juni 2012. Akan tetapi Del Piero akan mendapat bonus tambahan apabila dapat membantu Juve meraih gelar Juara ataupun duduk di posisi 4 besar.

ADP memiliki pelatih fisik pribadi yang bernama Giovanni Bonocore. Giovanni Bonocore mengungkapkan rahasia penampilan gemilang ADP di usianya yang tak muda lagi. Menurut Bonocore, penampilan gemilang ADP didapat setelah melalui tiga hal penting. Latihan teknik, gaya dan ketahanan fisik menjadi modal utama penampilan apiknya.

ADP, dianugerahi Golden Foot Award 2007. Penghargaan ini digagas oleh World Champions Club yang bermarkas di Monaco dan hanya diberikan kepada pebola yang berumur di atas 29 tahun. Kriteria pemenang adalah pebola yang mampu mempertahankan performa apiknya bersama klub maupun secara individu. ADP menerima langsung penghargaan itu dari Presiden World Champions Club, Antonio Caliendo di Hotel De Paris. Dia menyisihkan sejumlah pebola lainnya seperti Roberto Carlos, David Beckham, dan Paolo Maldini. Dari total 144.273 suara yang dikumpulkan, Del Piero meraih 30.199 suara. Sementara Roberto Carlos meraih 29.174,  Beckham (24.121), dan Maldini (20.700).

Alessandro Del Piero adalah lambang dari Juventus. Kesetiaan ADP utuk Juventus jangan diragukan lagi, karena ADP menyadari bahwa kebesaran seorang pemain tidak akan pernah bisa mengalahkan kebesaran klub yang dibelanya. Kami menunggumu Ale, kami menunggu 3 bintang darimu… Berikan juluran lidah yang terbaik buat kami semua… II Pinturrichio…

Sumber:
http://signora1897.com/2011/09/07/ii-pinturrichio-alessandro-del-piero-1/#comment-291
READ MORE..

Selasa, 11 Oktober 2011

Cara Memaksa Seseorang Agar Membaca Tulisan Kita

Sebuah posting blog bisa dibilang sukses kalau pengunjung membaca seluruh tulisan atau setidaknya memahami intinya. Problemnya, tidak mudah untuk melakukan ini. Banyak orang yang baca isi blog hanya secara sekilas dan kemudian pergi begitu saja. Lantas bagaimana supaya orang mau membaca habis seluruh tulisan kita? Ada dua cara!

Pertama, buat tulisan yang bagus dan enak dibaca. Untuk penjabarannya bisa sangat panjang dan detail. Mulai dari membuat kalimat pengail yang baik, susunan urgensi yang baik, sampai pemilihan kata yang tepat. Rumit namun bisa dipelajari. Mungkin lain waktu kita bahas poin pertama ini.

Kedua, seandainya kemampuan menulis kita agak ngepas (kayak saya ini), maka poin nomor dua ini bisa digunakan. Caranya adalah dengan membuat pointers, daftar atau bisa juga disebut list. Gunakan penulisan dengan urutan nomor-nomor.

Setidaknya ada 7 alasan kenapa orang akan senang membaca tulisan kita yang menggunakan daftar atau urutan nomor.
  1. Daftar atau list mudah untuk dibaca. Terus terang pembaca online itu punya karakter “malas” kalau dibanding penikmat offline macam koran atau buku. Pembaca di dunia maya tidak punya banyak waktu untuk berlama-lama di sebuah halaman situs. Nomor-nomor atau daftar dapat menjembatani dengan cepat alur komunikasi yang ingin dibangun antara penulis kepada pembacanya.
  2. Penomoran membuat penulis lebih “tertib”. Biasanya dengan sistem penomoran, penulis bisa lebih efektif menulis dan terhindar dari kalimat berbunga-bunga yang membosankan.
  3. Daftar dan penomoran terlihat lebih rapi. Susunan nomor membuat tumpahan ide dalam tulisan terkelompokan dalam susunan yang sistematis.
  4. Penulisan poin bisa lebih persuasif. Percaya atau tidak, menulis dengan susunan nomor ternyata lebih terkesan persuasif. Coba saja misalnya, ada yang menulis surat cinta untuk pacarnya dengan judul “10 alasan kenapa elo harus terima gue jadi pacar elo!”. Dijamin lebih mudah mempengaruhi jalan pikiran.
  5. Mudah untuk diambil poin per poin. Ingat bisa jadi pembaca kita tidak setuju dengan semua isi posting kita. Nah, dengan model daftar, dalam kepala pembaca akan mudah untuk memisahkan poin-poin yang kita sampaikan. Bisa jadi mereka dengan cepat akan memberi komentar “saya setuju nomor 1,3,5 tapi tidak setuju dengan 2,4,6”.
  6. Mudah untuk menjadi viral. Okay facebook sedang nomor satu, twitter lagi meraja lela. Nah, sistem daftar ternyata lebih mudah untuk menjadi viral. Misalnya, tulisan dengan judul “ini loh kronologis kerusuhan SMA 6 VS wartawan” isinya poin per poin yang menerangkan urutan waktu. Jam sekian wartawan dateng, jam sekian rusuh, jam sekian polisi anu, dsb. Dijamin tulisan macam ini akan lebih mudah menarik orang untuk men-tweet atau menaruhnya di wall. 
  7. Poin dapat menyederhanakan ide yang kompleks. Contoh mudahnya, coba buka buku resep. Semuanya ditulis pakai pointers. Karena kalau dijadiin bentuk artikel susah untuk menggambarkan cara memasak sesuatu yang memang biasanya rumit itu.
Sumber:
http://suamimalas.blogdetik.com/dua-cara-ini-bisa-memaksa-orang-membaca-seluruh-tulisan-kita/

READ MORE..

Tutorial Matlab 2

1.     CONV2


 Konvolusi dengan kernel [-1 0 -1; 0 4 0; -1 0 -1]



Konvolusi dengan kernel [1 2 1; 2 4 2; 1 2 1]

2.     FFT2



 Tranformasi Fourier Gambar Grayscale


Tranformasi Fourier Gambar Biner
READ MORE..

Minggu, 02 Oktober 2011

Media Transmisi Jaringan

Media transmisi adalah media yang dapat digunakan untuk mengirimkan informasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik atau cahaya dapat dipakai sebagai media pengirim, baik untuk pengiriman dan penerimaan data. Pilihan media transmisi (pengirim) untuk keperluan komunikasi data tergantung pada beberapa faktor, seperti harga, performance jaringan yang dikehendaki, ada atau tidaknya medium tersebut.

A.   Copper Media

Copper media merupakan semua media transmisi data yang terbuat dari bahan tembaga. Orang biasanya menyebut dengan nama kabel. Data yang dikirim melalui kabel, bentuknya adalah sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.

Jenis-jenis kabel yang dipakai sebagai transmisi data pada jaringan :

1.      Coaxial Cable

Kabel ini sering digunakan sebagai kabel antena TV. Disebut juga sebagai kabel BNC (Bayonet Naur Connector). Kabel ini merupakan kabel yang paling banyak digunakan pada LAN, karena memiliki perlindungan terhadap derau yang lebih tinggi, murah, dan mampu mengirimkan data dengan kecepatan standar.

Ada 4 jenis kabel coaxial, yaitu :

o       Thinnet atau RG-58 (10Base2)
   
   
o  Thicknet atau RG-8 (10Base5)

o       RG-59

o       RG-6
 

Ada 3 jenis konektor pada kabel Coaxial, yaitu T konektor, I konektor (socket) dan BNC konektor. Keuntungan menggunakan kabel koaksial adalah lebih murah dari pada kabel fiber optic dan jarak jangkauannya cukup jauh dari kabel jenis UTP/STP yang menggunakan repeater sebagai penguatnya. Kekurangannya adalah susah pada saat instalasi, baik installasi konektor maupun kabel. Untuk saat ini kabel koaksial sudah tidak direkomendasikan lagi intuk instalasi jaringan.

2.      Twisted-Pair cable

 Kabel ini sering dugunakan dalam pembangunan jaringan komputer skala kecil, bandwidth yang dapat dilayani pada kabel ini adalah 10 Mbps, namun dalam perkembangannya Bandwidth yang ada adalah 100 Mbps, dari segi harga, kabel ini lebih murah jika dibandingkan dengan media transmisi kabel lainnya dan lebih mudah dalam penggunaan, namun dari segi jarak dan data rate yang mampu ditanganinya, kabel ini lebih terbatas.

Twisted Pair terdiri dari 2 jenis :

Kabel STP (Shielded Twisted Pair)

Keuntungan menggunakan kabel STP adalah lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar. Kekurangannya adalah mahal, susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding), dan jarak jangkauannya hanya 100m .

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)

Kabel UTP lebih banyak digunakan ketimbang kabel STP, UTP dispesifikasikan oleh organisasi EIA/TIA (Electronic Industries Assosiation and Telecomunication Industries Assosiation) yang mengkategorikan kabel ini menjadi 8 kategori yaitu Kategori 1, 2, 3, 4. 5. 5+, 6, 7. Untuk mengetahui kategori kabel yang digunakan pada jaringan, pada kabel biasanya ditulis dengan kode CAT.

Keuntungan menggunakan kabel UTP adalah murah dan mudah diinstalasi. Kekurangannya adalah rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, dan jarak jangkauannya hanya 100m.

Ada beberapa kategori untuk kabel Twisted Pair, yaitu :
  • Kategori 1 (Cat-1).
 Umumnya menggunakan konduktor padat standar AWG sebanyak 22 atau 24 pin dengan range impedansi yang lebar. Digunakan pada koneksi telepon dan tidak direkomendasikan untuk transmisi data.
  • Kategori 2 (Cat-2).
 Range impedansi yang lebar, sering digunakan pada sistem PBX dan sistem Alarm. Transmisi data ISDN menggunakan kabel kategori 2, dengan bandwidth maksimum 1 MBps.
  • Kategori 3 (Cat-3).
Sering disebut kabel voice grade, menggunakan konduktor padat sebanyak 22 atau 24 pin dengan impedansi 100 Ω dan berfungsi hingga 16 MBps. Dapat digunakan untuk jaringan 10BaseT dan Token Ring dengan bandwidth 4 Mbps.
  •   Kategori 4 (Cat-4).
 Seperti kategori 3 dengan bandwidth 20 MBps, diterapkan pada jaringan Token Ring dengan bandwidth 16 Mbps.
  •  Kategori 5 (Cat-5).
 Merupakan kabel Twisted Pair terbaik (data grade) dengan bandwidth 100 Mbps dan jangkauan transmisi maksimum 100 m.

B.   Optical Media

Ada tiga jenis kabel fiber optic yang biasanya digunakan, yaitu single mode, multi mode dan plastic optical fiber yang berfungsi sebagai petunjuk cahaya dari ujung kabel ke ujung kabel lainnya. Dari transmitter^ receiver, yang mengubah pulsa elektronik ke cahaya dan sebaliknya, dalam bentuk light-emitting diode ataupun laser. Kabel fiber optic single mode merupakan fiber glass tunggal dengan diameter 8.3 sampai 10 mikrometer, memiliki satu jenis transmisi yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak jauh, dan membutuhkan sumber cahaya dengan lebar spektrum yang lebih kecil. Kemampuan kabel jenis single mode dalam mengantarkan transmisi adalah 50 kali lebih cepat dari kabel jenis multimode, karena memiliki core yang lebih kecil sehingga dapat menghilangkan setiap distorsi dan pulsa cahaya yang tumpang tindih.

Kabel fiber optic multimode terbuat dari fiberglass dengan diameter lebih besar, yaitu 50 sampai dengan 100 mikrometer yang dapat mengantarkan data berkapasitas besar dengan kecepatan tinggi untuk jarak menengah. Apabila jarak yang ditempuh lebih dari 3000 kaki, akan terjadi distorsi sinyal pada sisi penerima yang mengakibatkan transmisi data menjadi tidak akurat. Sedang plastic optical’fiber adalah kabel berbasis plastik terbaru yang menjamin tingkat performa yang sama dengan fiber glass dalam jarak pendek dengan biaya yang jauh lebih murah. Saat ini, fiber optic telah digunakan sebagai standar kabel data dalam biding physical layer telekomunikasi atau jaringan, seperti perangkat TV kabel, juga sistem keamanan yang menggunakan Closed Circuit Television (CCTV), dan lain sebagainya Bahan dasar dari optical media adalah kaca dengan ukuran yang sangat kecil (skala mikron).Biasanya dikenal dengan nama fibre optic (serat optic). Data yang dilewatkan pada medium ini dalam bentuk cahaya (laser atau inframerah).

Satu buah kabel fibre optic terdiri atas dua fiber, satu berfungsi untuk Transmit (Tx) dan satunya untuk Receive (Rx) sehingga komunikasi dengan fibre optic bisa terjadi dua arah secara bersama-sama (full duplex).

Berdasarkan sifat dan karakteristikya, maka jenis fiber optik dibagi menjadi 2 yaitu:
  •  Multi Mode
 Pada jenis serat optik ini penjalaran cahaya dari ujung satu ke ujung lainnya terjadi melalui beberapa lintasan cahaya, karena itu disebut multimode. Diameter inti (Core) sesuai dengan rekomendasi dari CCITT g.651 sebesar 50mm dan dilapisi oleh jaket selubung (Cladding) dengan diameter 125mm. Sedangkan berdasarkan dengan susunan indeks biasnya serat optik multi mode memiliki dua profil yaitu Grade Index dan Step Index.

Pada Grade Index, serat optik mempunyai index bias cahaya yang merupakan fungsi dari jarak terhadap sumbu/poros serat optik. Dengan demikian cahaya yang menjalar melalui beberapa lintasan pada akhirnya akan sampai kepada ujung lainnya pada waktu yang bersamaan. Pada Step Index sinar yang menjalar pada sumbu akan sampai pada ujung lainya dahulu.

Hal ini karena lintasan yang melalui poros lebih pendek dibandingkan sinar yang mengalami pemantulan pada dinding serat optik sebaha hasilnya terjadilah pelebaran pulsa atau dengan kata lain mengurangi lebar bidang frekuensi. Oleh karena itu secara praktis hanya serat optik grade index sajalah yang digunakan sebagai saluran transmisi serat optik multimode.
  •  Single Mode
 Serat optik Single Mode atau mono mode mempunyai inti yang sangat kecil yaitu berkisar antara 3-10mm sehingga hanya 1 berkas cahaya saja yang dilewatkan pada core tersebut. Oleh karena hanya satu berkas cahaya, maka tidak akan terpengaruh dengan index bias ataupun perbedaan waktu sampainya cahaya dari satu ujung ke ujung lainnya. Dengan demikian, serat optik ini digunakan untuk jaringan jarak jauh atau luar kota (Long Haul Transmision System) sedangkan untuk Grade Index digunakan untuk jaringan telekomunikasi lokal.

Bit Rate (Mbps)
Jarak repeater Multi Mode
Jarak Repeater Single Mode
140
30
50
280
20
35
420
15
33
565
10
31

Fiber optik mempunyai keunggulan-keunggulan sebagai berikut:

o       Erdaman Transmisinya kecil.
o       Bidang Frekuensi yang lebar.
o       Ukurannya kecil dan ringan.
o       Tidak ada interferensi.

C.   Wireless Network

Saat ini sudah banyak digunakan jaringan tanpa kabel (wireless network), transmisi data menggunakan sinar infra merah atau gelombang mikro untuk menghantarkan data. Walaupun kedengarannya praktis, namun kendala yang dihadapi disini adalah masalah jarak, bandwidth, dan mahalnya biaya. Namun demikian untuk kebutuhan LAN di dalam gedung, saat ini sudah dikembangkan teknologi wireless untuk Active Hub (Wireless Access Point) dan Wireless LAN Card (pengganti NIC), sehingga bisa mengurangi semrawutnya kabel transmisi data pada jaringan komputer. Wireless Access Point juga bisa digabungkan (up-link) dengan ActiveHub dari jaringan yang sudah ada.

Media transmisi wireless menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi. Biasanya gelombang elektromagnetik dengan frekuensi 2.4 Ghz dan 5 Ghz. Data-data digital yang dikirim melalui wireless ini akan dimodulasikan ke dalam gelombang elektromagnetik ini.

Sumber:
  • http://alfiyan1701.wordpress.com/2009/11/14/media-transmisi-jaringan/
READ MORE..