Selasa, 15 Februari 2011

Game Dari Masa Ke Masa

Jika kita bicara tentang game, terlebih dahulu kita harus mengenal definisi dari game tersebut. Game adalah sebuah permainan interactive yang membutuhkan komputer untuk bermain. Program komputer menerima input dari si pemain melalui pengendali dan menampilkan lingkungan buatan melalui TV atau layar monitor. Mungkin sewaktu kita kecil dulu, kita hanya mengenal game-game tradisional semacam Galahsin, Tak Jongkok, Tak Umpet dsb. Zaman sekarang, anak kecil cenderung lebih suka duduk berjam-jam didepan konsol Playstation ataupun rela mengeluarkan uang demi memainkan game online.  Perubahan ini, mungkin dikarenakan semakin canggihnya dan semakin real-nya kualitas grafik dan gameplay game masa kini, sehingga anak-anak beralih ke game modern.

Marilah kita telurusi lebih dalam sejarah dari game komputer. Sejarah game komputer secara langsung berhubungan dengan perkembangan komputer itu sendiri. Komputer dengan kecepatan processor tinggi, grafis yang lebih mendekati realita, dan media penyimpanan yang lebih besar sebenarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dalam bermain games.

Berikut ini adalah sejarah game komputer dari masa ke masa:

Generasi Pertama (Periode 1952-1975)

Tahun 1952, di Universitas Cambridge, A.S Douglas menulis sebuah tesis untuk gelar sebuah PhD-nya mengenai interaksi antara komputer dan manusia. Dalam tesisnya itu ia menciptakan game komputer dari sebuah permainan tradisional bernama Tic-Tac-Toe. Game ini diprogram dengan memakai komputer EDVAC vacuum tube yang memiliki layer berupa cathode ray tube (CRT).

Kemudian di tahun 1958. William Haginbotham seorang ahli fisika membuat video game pertama yang menyerupai permainan tenis meja. Berbeda dengan Douglas, video game pertamanya yang berjudul Tennis for Two diciptakan dan dimainkan di osciloscope.

Tapi game komputer pertama yang benar-benar diciptakan menggunakan komputer adalah Spacewar. Saat itu di tahun 60-an, komputer adalah barang sangat mewah. Dan biasanya komputer dipakai untuk kepentingan riset dalam dunia militer. Seseorang mahasiswa MIT, bernama Steve Russel, memiliki ketertarikan akan hal lain. Dia dan teman-temannya sangat nge-fans dengan kisah fiksi ilmiah berjudul Skylark karangan Edward E Smith. Dari situ mereka membuat sebuah game bernama Spacewar. Kebetulan juga, Steve Russel bekerja menggunakan sebuah komputer mainframe bernama MIT PDP-1 yang biasa dipakai untuk perhitungan statistik. Dengan komputer itulah dia membuat Spacewar di tahun 1961.

Ditahun 1966, Sejenis game televisi didesain dan dipatenkan atas nama Ralph Baer, teknisi di Sanders Associates. Ia dan rekannya mendapat lisensi khusus untuk mengembangkan ball-and-paddle videogames.

Pada tahun 1971, Sebuah perusahaan bernama Magnavox melisensi teknologi Brown Box-nya Baer dan mengembang-kan sistem Odyssey untuk home gaming. Tidak lama kemudian muncul preview Ping-Pong.

Padaa tahun 1972, Nolan Bushnell bersama dengan Ted Dabney menciptakan game ber-genre arcade yang pertama. Dinamai Komputer Space, game itu didasari oleh Spacewa. Pada tahun itu juga Nolan dan Ted memulai perusahaan bernama Atari, nama itu diambil dari kata berbahasa Jepang untuk "check" di board game Go.

Odyssey Home Entertainment System hadir sebagai konsol video game pertama untuk keperluan domestik. Terjual lebih dari 200.000 unit.

Magnavox Odyssey mengoperasikan game, gamenya adalah Pong.

Tidak lama setelah kemunculan Odyssey, sebuah game arcade legendaris Atari berjudul “Pong” muncul. Pong itu sendiri merupakan sebuah game sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah lawan. Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.

Tahun 1973, Taito Corporation memperkenalkan game-game arcade pertama untuk video game, termasuk Elepong. Perusahaan ini memproduksi mesin game sebelum akhirnya mengembangkan game.

Midway Games melisensi Pong dari Atari dan kemudian merilis versinya sendiri, Winner. Dan Atari merilis game video game arcade Gotcha.

Di Tahun 1975, Nakamura Manufacturing (sekarang Namco) milik Masaya Nakamura memasuki pasar video game arcade setelah membeli Atari Jepang seharga $500.000,-
     
Kee Games merilis Tank, video game arcade per-tama yang menggunakan ROM chip untuk grafik. Coin-op ini kemudian hari diperbarui menjadi Combat, untuk konsol Atari pertama.

Pada tahun 1975, Magnavox menyerah dan menghentikan produksi Odyssey. Sebagai gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding dong bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.

Midway merilis Gun Fight, game pertama yang menggunakan microchip. Atari mendesain home version Pong.

Dan di tahun ini pula, Bill Gates dan Paul Allen mendirikan Microsoft yang kelak menjadi pengembang software terbesar di dunia dan pembuat home-videogame console.

Generasi Kedua (Periode 1976-1983)

Pada tahun 1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.

Fairchild VES,  konsol pertama di dunia yang menggunakan media cartridge.

Setelah memprogram Breakout, Steve Jobs dan Steve Woznlak meninggalkan Atari untuk memulai Apple Computer dan mengembangkan home-computer Apple I. (17).

Pada tahun 1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game yang ada tidak berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan. Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia video game.

Atari meluncurkan VCS (Video Computer System), salah satu konsol populer sepanjang masa. Terjual sampai 25 juta unit, berikut cartridge sebanyak 120 juta buah di seluruh dunia.
           
Studio II, home-videogame console warna hitam putih dirilis oleh RCA. Disertai dengan lima built-in game. Tapi, masih kalah dengan full color Atari VCS.
           
Gilirannya muncul PC dengan grafik warna: Apple II keluaran Apple Computer. Dengan spesifikasi CPU 6502, RAM 4 Kb, dan game.

Pada tahun 1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti halnya Odyssey pertama, konsol ini pun gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari meluncurkan konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space Invaders-nya, pasti tahu dong, game pesawat yang menembaki alien.

Bushnell meninggalkan Atari dan mendirikan Pizza Time Theater, taman hiburan keluarga pertama yang berorientasi arcade.

Sekitar tahun 1979, Konsol Intellivision (Intelligent Television) diperkenalkan oleh Mattel Electronics. Grafik kualitas arcade-nya menjadi standar home system yang lain.

Larry Kaplan, Alan Miller, David Crane, dan Bob Whitehead - mantan programer Atari mendirikan Activision, perusahaan software video game mandiri pertama.

Di tahun 1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka mengambil Atari 2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin pesat. Di tahun ini, Bally dan Midway memulai debut Pacman yang kelak menjadi serial kenamaan.

Tahun 1982, Mantan eksekutif Apple, Trip Hawkins mendirikan perusahaan software game Electronic Arts yang kini dikenal dengan game berkualitas tinggi dan kemasan uniknya.
Dan pada tahun 1983, dunia video game kembali ambruk. Game-game yang kurang kreatif membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi, PC saat itu menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang konsol video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja. Game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Pelopor PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori jauh lebih baik dari konsol video game model apa pun.

Note: Atari 2600, konsol yang sempat hit pada tahun 80-an. Memiliki “adik” bernama Atari 2600 Jr.

Generasi Ketiga (Periode Tahun 1984)

Di tahun 1984, perusahaan bernama Famicom (Jepang) menciptakan gebrakan baru, sebuah konsol bernama Famicom / Nintendo Entertainment System (NES) dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Famicom memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal dengan NES (Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin developer Nintendo. Dan akhirnya, muncul sebuah game legendaris, Super Mario Brothers, yang dibintangi karakter fenomenal yang tetap eksis hingga kini, Mario & Luigi.

Famicom dari Nintendo, berhasil merajai pasar videogame di era generasi ketiga.

Generasi Keempat (Periode Tahun 1988-1990)

Pada tahun 1988, NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Di tahun ini Final Fantasy-nya Square Soft dirilis buat Famicom. Sampai kini serial RPG ini masih disukai dan jadi franchise yang menguntungkan.


Di tahun 1990, Nintendo menjawab tantangan Sega, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi musuh bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua konsol mereka begitu handal dan populer.

      Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.

Generasi Kelima (Periode Tahun 1990-1998)

Pada tahun 1990-1994, Sega dan Nintendo tetap bersaing. Berbagai game fenomenal dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan game-game keren seperti Donkey Kong Country (SNES) yang didesain oleh Shigeru Miyamoto dan Vectorman (Sega).

Di tahun 1993, sebuah perusahaan ternama, Panasonic, merilis konsolnya yang bernama Panasonic 3DO. Ini adalah konsol pertama yang menggunakan CD sebagai pengganti cartridge. Harganya yang sangat mahal membuat konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan produksinya.

Panasonic 3DO, konsol game pertama yang menggunakan media CD.

Dan di tahun 1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo dan Sega. Atari Jaguar jelas jauh lebih canggih ketimbang NES maupun Mega Drive, tetapi penggunaannya yang sulit menjadi batu sandungan, belum lagi, pada tahun yang sama, Sony merilis konsol super legendaris, PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger. Konsol basis CD yang pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol Jepang ini segera mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini, PlayStation sudah terjual ratusan juta unit. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo 64.

Ini dia sang raja konsol, Sony Playstation generasi pertama (PSX)!!

Generasi Keenam (Periode Tahun 1995-2005)

Pada tahun 1995, Setelah jatuhnya Nintendo dan Sega, kini dunia konsol jadi milik Sony. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak memiliki pesaing. Sega mencoba meluncurkan Sega Dreamcast untuk mematahkan dominasi Sony, tetapi kembali gagal, akhirnya pada tahun itu juga, Sega mengundurkan diri dari dunia produsen konsol dan hanya menjadi produsen game. Naughty Dog di tahun 1996, mengembangkan Crash Bandicoot, game PS terbitan Sony yang sukses berat.

Di tahun 1998, Pokemon tiba di Amrik. Kisah ini dikembangkan oleh Satoshi Tajiri, pendiri Game Freak. Franchise-nya menyebar ke seluruh dunia. Dan Konami menerbitkan Metal Gear Solid untuk PS. Kualitas grafik, suara, desain karakter, dan efek spesial menjadi standar baru untuk game konsol rumahan.

Di awal medio 2000, Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil merilis konsol barunya, PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil, yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube kurang populer. Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat tajam dan berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation 2. Sayangnya game-game Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Satu game Xbox yang menjadi hit dan cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini udah memanfaatkan fasilitas ‘unggul’ dari Microsoft, yaitu Xbox Live.

(ki-ka) Nintendo GameCube, Microsoft Xbox, Sony Playstation 2. Diurut berdasarkan tingkat popularitasnya.

Generasi Ketujuh (Periode Tahun 2005-Sekarang)

Tahun 2005, boleh dibilang, Xbox terlambat meluncur ke pasaran dibanding PlayStation 2, dan support game-game tenar juga sangat minim. Tetapi, Microsoft seolah belajar dari kesalahannya. Pada saat Sony masih melakukan riset untuk konsol PlayStation 3 yang menggunakan Blu-Ray, Microsoft kali ini telah mengambil seribu langkah lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD.

Dan pada tahun 2006, Xbox 360 hadir dengan segudang fitur istimewa, mulai dari grafis, hingga titel-titel game terkenal. Di antaranya Best Game of The Years 2006 versi beberapa situs game terkemuka, Gears of War. Apalagi, Xbox Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer. Kali ini, giliran Sony yang terlambat. PlayStation 3 dirilis pada November 2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan terobosannya, yaitu Nintendo Wii. Posisi PlayStation 3 kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah keburu tenar duluan, Wii juga menawarkan inovasi pada stik kontrol mereka yang ’motion sensitive’. Apalagi, harga konsol terbaru Sony itu merupakan yang paling mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii. Walaupun penjualannya merupakan yang terendah, perlahan-lahan Playstation 3 dengan media Blu-ray nya yang menghasilkan grafis diatas dua pesaingnya, mulai menyamai penjualan mereka, didukung dengan game-game terkenal semacam Final Fantasy XIII.

Xbox 360, Wii, Playstation 3, menjadi pesaing tetap dari generasi sebelumnya.

Generasi Handleheld

Merebaknya popularitas game, membuat berbagai perusahaan elektronik berusaha membuat terobosan baru. Di antaranya adalah membuat sebuah mesin game berukuran kecil, yang bisa dibawa ke mana pun. Belakangan, konsol pun dibuat mini, serupa dengan handheld, tentu saja, ini merupakan sebagian terobosan besar yang tidak boleh dilupakan dalam sejarah game.

Generasi Handheld dimulai pada tahun 1976-1979, sejarah video game saku ini bermula, beberapa piranti dari Mattel dirilis ke pasaran, tetapi tidak begitu populer. Demikian pula dengan handheld buatan Milton Bradley yang dilempar ke pasaran.

Tahun 1980-1984, Perusahaan-perusahaan Jepang mulai merambah pasar handheld, tetapi tetap sama saja hasilnya. Hal ini terus berlanjut hingga tahun 1984. Pada waktu itu, sebuah nama yang tentu tidak asing sampe sekarang, Game Boy, muncul. Handheld buatan Nintendo ini begitu diminati dan dinobatkan sebagai handheld pertama di dunia yang angka penjualannya boleh dikatakan sukses.

Pada tahun 1989, Atari mengakhiri era handheld hitam putih. Produk andalannya, Atari Lynx, membawa dimensi baru. Ini handheld pertama yang mampu menampilkan warna, sekaligus animasi 3D yang sederhana.

Tahun 1990, dunia handheld semakin menggila, NEC, perusahaan elektronik terkemuka di Jepang membuat handheld yang mampu merender animasi 3D lebih kompleks, karena menerapkan konsep grafis 3D untuk PC (personal computer).

Handheld beda generasi: 1. Sony PSP, 2. GamePark XGP, 3. GamePark GP32, 4. Atari Lynx, dan 5. NEC TurboExpress.

Tahun 1994, Semenjak tahun tersebut, produsen game semakin gencar melakukan riset untuk handheld. Sega merilis Game Gear dan setahun berselang, Nintendo memperbarui produknya dengan Super Game Boy. Bahkan, Sega memproduksi handheld tanpa layar, Mega Jet, untuk diimplementasikan di pesawat terbang guna menghibur penumpangnya. Nintendo Virtual Boy menyusul, lengkap dengan kacamata 3D-nya, yang sekarang banyak ditiru untuk pelengkap berbagai paket produk grafis 3D.

Tahun 1995, ada ide untuk mengecilkan ukuran konsol, dimulai dari Sega Nomad. Konsol ini membutuhkan cartridges Sega Mega Drive, tetapi ukurannya kecil, maka dari itu tergolong handheld.

Tahun 1996, muncul Neo Geo Pocket, disusul oleh beberapa variasi Game Boy Pocket dan Game Boy Color, yang terus berinovasi tiap tahunnya.

Pada tahun 1998-2000, Sony merilis PocketStation dan memberikan kejutan besar di dunia konsol. Handheld ini memiliki kualitas visual yang jauh lebih baik dibanding handheld lain yang ada di pasaran. Salah satu pentolan Nintendo, Gumpei Yokoi, memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan Bandai, kemudian merilis WonderSwan dan WonderSwan Color.

Tahun 2001, Game Park GP32 muncul. Handheld buatan Korea ini sangat unik, selain fitur multimedia, pemiliknya bisa mendesain aplikasi dan game sendiri untuk GP32. Nintendo juga merilis Game Boy Advance pada tahun yang sama. Bahkan, Nokia produsen ponsel yang tidak asing bagi kita, merilis handheld Nokia N-Gage. Ini merupakan ponsel sekaligus piranti game yang lengkap dengan fitur-fitur multimedia dan interkonektivitas, seperti Bluetooth. Dan juga pada tahun ini, dirilis Game Boy Advance SP dengan model yang cantik, solid, dan padat.


Dan di tahun 2004-2006, Sony merilis handheld pertama yang menggunakan cakram bernama PSP dan dibarengi dengan hadirnya Nintendo DS, yang menggunakan konsep dual screen (layar ganda). Disusul oleh Game Boy Micro dan Game Park XGP. Nintendo DS Lite dan Pelican VG Pocket Caplet menjadi handheld terbaru yang dilempar ke pasaran.

Sekarang ini, Nintendo sedang mengembangkan handheld Nintendo 3DS, yang menyajikan game 3D berbasis handheld.

Sumber:
  1. http://dea-yovita.yolasite.com/sejarah-game.php
  2. http://inron01.blogspot.com/2008/11/sejarah-game.html
  3. Majalah Hotgame, Edisi 100, Kamis 4 September 2003

Tidak ada komentar:

Posting Komentar