Rabu, 23 Maret 2011

I'M A SIR!

    I'm a Sir adalah salah satu single dari singer/songwriter sekaligus pianis paling berbakat saat ini dari Yogyakarta, Frau. Dirilis dalam album bertitel Starlit Carousel (Maret 2010) yang dapat diunduh secara gratis albumnya di situs netlabel YesNoWave.com.

Lirik:

I'm A Sir

I'd dress up like a sir
I'd dress up as a sir
Stick on a mustache, a beard, and some speckles and put on a hat like a sir
I'd step up like a sir
I'd step up as a sir
My queen shall lay her sword on my shoulders as I say my prayers to bless her

The world would bloom as they shout out my name loud and clear
The skies would cheer for my life and the clouds would appear
to see me, just to see me
And I'd be quite a legend for the next hundred years
My life would never be ever so sad and no tears
would trickle down my cheeks and my eyes

Sir, I'm so sure
That I'm a sir, I'm so sure


Download ↓ 

Sumber:
READ MORE..

Senin, 21 Maret 2011

Shin Megami Tensei: Persona 4


Shin Megami Tensei: Persona 4 adalah game RPG yang merupakan seri keenam Persona pada konsol. Game ini dibuat oleh Atlus untuk konsol Playstation 2. Persona 4 mengambil setting tempat pada suatu pedesaan fiksi di Jepang yang bernama Inaba. Di game ini, diperkenalkan system ramalan cuaca, yang akan ada suatu kejadian yang terjadi jika cuaca berkabut. Sistem ini menggantikan system pergantian bulan yang ada pada Persona 3. Inti cerita dari game ini adalah tentang misteri pembunuhan berantai yang terjadi di pedesaan dengan berbagai macam plot dan kompleks.


Game ini rilis di Jepang pada bulan Juli 2008, di Amerika Utara pada bulan Desember 2008 dan di Eropa pada bulan Maret 2009. Adalah Shōji Meguro yang mengisi soundtrack dari game ini dengan vocal dari Shihoko Hirata yang menyanyikan theme song "Pursuing My True Self".

Gameplay dari game Persona 4 hampir sama dengan game Persona 3. Fitur seperti Social-Link, One More dan All-out Attack tetap dipertahankan. Jika pada Persona 3 lebih modern pada style dan desain kotanya, Persona 4 lebih terasa retro dibanding game pendahulunya. Kacamata yang diberikan oleh Kuma, memegang peran penting sepanjang game dan memberikan kemampuan kepada karakter dalam game untuk melihat kedalam kabut tebal didalam Mayonaka TV dan mengurangi kehilangan stamina. Pistol seperti Evokers pada Persona 3 digantikan dengan kartu tarot dimana karakter utama gunakan untuk memanggil berbagai macam Persona yang ia dimiliki.

KARAKTER

[ki-ka] Teddy, Rise, Yosuke, Naoto, Kanji, Protagonis, Chie & Yukiko

Protagonis

Protagonis di game ini adalah seorang siswa SMA yang baru saja pindah dari kota besar ke desa Inaba, di mana dia tinggal dan menghadiri sekolah selama satu tahun. Sementara di Inaba, dia tinggal dengan kerabatnya,, pamannya Ryotaro Dojima, seorang detektif polisi yang sering bertugas sepanjang hari, dan putrinya yang berusia enam tahun Nanako, yang mengurus semua pekerjaan rumah tangga untuk ayahnya. Di sekolah, ia dengan cepat menjadi teman akrab dengan Yosuke Hanamura, anak yang agak aneh dari manajer megastore local yang bernama Junes. Ia juga berteman dengan Satonaka Chie, seorang gadis energik dengan minat yang kuat dalam seni bela diri dan Yukiko Amagi, seorang gadis tenang dan halus yang membantu di penginapan keluarganya. Empat dari mereka menemukan dunia di dalam televisi, di mana mereka bertemu dengan makhluk yang tinggal disana, serta mereka juga bertemu dengan makhluk yang berpenampilan seperti kostum beruang bernama Teddie. Ketika mereka melakukan penyelidikan tentang pembunuhan berantai, kelompok investigasi mereka semakin bertambah dengan hadirnya Kanji Tatsumi, seorang laki-laki yang bingung tentang identitas seksual dan kesosialannya dan Rise Kujikawa, seorang mantan idola remaja yang pindah ke Inaba serta Shirogane Naoto, seorang detektif perempuan muda yang menyelidiki kasus dengan polisi setempat tetapi terpaksa mengambil identitas laki-laki untuk bergaul dengan mereka.

REVIEW GAME
  

Kesan pertama saat pertama kali ketemu game dengan judul Persona 3 Fes adalah jadi inget masa-masa SMA, walaupun pada kenyataannya berbeda jauh banget SMA di Indonesia sama SMA di Jepang hahaha. Persona 3 Fes punya segalanya buat jadi salah satu favorit game untuk para gamer pencinta RPG. Storyline-nya kuat dan bikin penasaran ditambah soundtrack game yang digarap maksimal membuat game ini dijamin bikin betah gamer saat memainkannya. Apalagi Persona-persona nya yang diambil dari mitologi di beberapa negara, termasuk Indonesia dengan Barong dan Rangda-nya :iloveindonesia!:.

 Lalu bagaimana dengan Persona 4?? Persona 4 is great. It’s storyline and soundtracks are very amazing!! Yang pernah memainkannya pasti setuju dengan pendapat diatas. Coba deh dengerin soundtracknya pada saat battle dengan judul lagu “Reach Out to the Truth”, benar-benar mencerminkan ketegangan pada saat battle dengan musuh. Gameplay mungkin mirip dengan Persona 3 Fes, tetapi storyline tidak kalah dengan game pendahulunya, tidak tertebak hingga game berakhir.

Hal yang paling ngebuat penasaran adalah pada saat melawan Margaret dan Izanami. Itu susahnya bukan main dan buat ketemu sama mereka juga tidak mudah, mesti mengaktifkan serangkaian event. Dan hal yang paling keren adalah pada saat Persona dari Protagonis, Izanagi, berubah menjadi Izanagi no Okami, keren banget Persona-nya.

Izanagi

Izanagi no Okami

Game ini punya 3 ending, yaitu Bad, Good & True Ending. Sama seperti melawan Margaret dan Izanami, untuk mendapatkan True Ending harus meaktifkan berbagai event. Well, pertama kali memainkan game ini, gue menghabiskan waktu sebanyak 100 jam-an, dan sampai sekarang, jika ada waktu senggang biasanya gue main game ini, dijamin gak ngebosenin pokoknya.

Yeah! once again, it worth playing! So, if you call yourself an RPG gamer, you should play this game! VERY RECOMMENDED!!! :D.

Thanks untuk GameFaqs, untuk walkthrough dan guide-nya :D hehehe

Sumber:
READ MORE..

Selasa, 08 Maret 2011

Macam-Macam Genre Game

Game dari tahun-tahun semakin banyak saja jenisnya, teknologi yang dipakai pun semakin canggih. Nah dari ratusan atau bahkan ribuan game yang telah bermunculan di dunia, game-game tersebut dikelompokkan menjadi beberapa genre. Pada dasarnya, genre-genre tipe game yang beredar di pasaran dapat dikelompokkan sebagai berikut.

¨      Action Game
Adalah tipe game dengan fitur utama berupa banyaknya aksi di mana pemain harus memiliki keterampilan reaksi yang cepat untuk menghindari musuh atau menghindari rintangan. Pengembang game tipe ini perlu memastikan game yang dibuat dioptimasi sehingga pemain memiliki pengalaman bermain yang baik, yang tidak terganggu oleh delay proses yang lama.
Contoh: Metal Gear Solid


¨      Adventure Game T
Adalah tipe game yang umumnya membuat pemain harus berjalan mengelilingi suatu tempat yang terkondisi, seperti sebuah istana, gua yang berkelok, dan planet yang jauh. Pemain melakukan navigasi suatu area, mencari pesan-pesan rahasia, memperoleh obyek yang memiliki kemampuan yang bervariasi, bertempur dengan musuh, dan lain-lain. Untuk membuat game ini, diperlukan perencanaan yang akurat sehingga memiliki alur cerita yang menarik bagi pemain.
Contoh: Tomb Raider


¨      Sport Game
Adalah tipe game yang berupa kompetisi antara dua pemain atau lebih, di mana pemain dapat berupa individual atau tim. Contoh game tipe ini antara lain sepakbola, bola basket, tenis, dan bilyard. Tergantung seberapa cepat permainan yang terjadi, aplikasi game perlu dioptimalkan.
Contoh: Pro Evolution Soccer

¨      Role Playing Game (RPG)
Adalah tipe game yang seringkali berupa multi-player game di mana setiap pemain memiliki karakter dengan kemampuan, kekuatan, dan kelemahan yang spesifik. Para pemain saling berkompetisi, berinteraksi, dan bertempur satu sama lain. Tampilan grafis yang khas untuk setiap karakter pemain ditambah dengan storyline yang mendebarkan akan sangat menarik dan memberikan pengalaman yang berbeda di dalam bermain.
Contoh: Final Fantasy


¨      Platform game
Adalah tipe game yang mengharuskan pemain mengarahkan suatu obyek dengan melalui berbagai tahap atau tingkatan area untuk menyerang musuh dan menghindar terhadap serangan. Tipe game ini sedikit serupa dengan action game, tetapi aksinya tidak secepat action game. Teknik collision detection sangat sering dimanfaatkan pada tipe game ini.
Contoh: Sonic The Hedgehog & Mario Bros


¨      Puzzle Game.
Adalah tipe game yang umumnya membuat pemain menggunakan kemampuan berpikirnya sebagai pengganti keterampilan reaksi yang cepat karena terdapat rahasia yang perlu dipecahkan. Game ini lebih bersifat statis dibanding action game. Pembuatan game tipe ini seringkali ditunjang dengan algoritma artificial intelligence.
Contoh: 7  Wonders of The Ancient World


¨      Sandbox Game
Adalah tipe game yang umumnya ditujukan untuk menjelajahi suatu kota atau tempat dan bebas berinteraksi dengan objek disekitarnya. Mungkin game ini bisa di bilang mirip RPG tapi Sandbox sangat berbeda dengan RPG game, perbedaannya adalah tidak adanya peningkatan level karakternya.
Contoh: GTA & Bully


¨      First-Person Shooter (FPS)
Adalah tipe game yang mengunakan sudut pandang orang pertama untuk membidik atau membunuh musuh, sehingga kita hanya melihat tangannya saja dan tidak melihat tubuh karakter yang dimainkan.
Contoh: Call of Duty


¨      Third-Person Shooter (TPS)
Adalah tipe game yang mirip dengan FPS, tapi bedanya tipe game ini mengunakan sudut pandang orang ke-3, sehingga kita bisa melihat seluruh tubuh karakter yang dimainkan.
Contoh: Gears of Wars


¨      Music Game
Adalah tipe game yang menuntut pemainnya untuk menekan tombol sesuai dengan tombol yang ada di layar dengan diiringi dengan musik.
Contoh: Guitar Hero & Dance Dance Revolution


¨      Fighting Game
Adalah tipe game yang intinya harus menjatuhkan lawan tandingnya, entah itu dengan pukulan, tendangan, combo, maupun dengan jurus special.
Contoh: Tekken & Mortal Kombat


¨      Strategy Game
Adalah tipe game yang mengharuskan pemainnya menggunakan taktik dan strategi untuk jeli dalam melihat setiap peluang, kelemahan musuh dan bijaksana dalam menggunakan sumber daya yang ada.
Contoh: Command & Conquer


¨      Simulation Game
Adalah tipe game yang memberikan pengalaman atau interaksi sedekat mungkin dengan kendaraan yang aslinya, muskipun terkadang kendaraan tersebut masih eksperimen atau bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada detil dan pengalaman realistik menggunakan kendaraan tersebut.
Contoh: Gran Turismo


¨      Racing Game
Adalah tipe game yang tujuannya adalah mencapai garis finish dari suatu race, dalam game ini biasanya pemain dapat memilih & membeli kendaraan, mendandani, mengupgrade mesin dsb.
Contoh: Need For Speed


Sumber:

READ MORE..

Definisi Serious Game

Serious Game adalah sebuah game yang dibangun untuk tujuan non-entertainment.

Game pada umumnya adalah hanya bertujuan sebagai bagian dari media hiburan.

Penelitian-penelitian seputar serious game secara nyata baru dimulai sekitar tahun 2002. Sebenarnya sejumlah peneliti diakhir tahun 1990 sudah mulai memberikan sejumlah pendapatnya seputar kemungkinan penggunaan game untuk tujuan yang lain. Barulah pada tahun 2002, salah satu institusi yaitu Woodrow Wilson International Center melakukan launching "Serious Games Initiative" khususnya untuk pengembangan game dengan tujuan pada bidang kebijakan dan manajemen. Pada tahun-tahun berikutnya tujuannya diperluas pada bidang sosial serta kesehatan.

Serious game sendiri adalah suatu konsep game dengan tujuan untuk kepentingan trainning, advertising, simulasi, edukasi. Intinya adalah untuk kepentingan yang sifatnya non-entertainment. Implementasinya, serious game ini bisa diterapkan untuk berbagai tingkatan usia serta dengan berbagai genre dan teknologi game.

Inti utama dari tujuan serious game adalah menumbuhkan, mengedukasi, dan memotivasi pemain untuk satu tujuan tertentu.. Tujuan lain bisa juga untuk kepentingan marketing dan advertising. Di Amerika sendiri, serious game ini banyak diterapkan di kalangan pemerintahan serta para profesonal kesehatan.

Dalam sejarah perkembangan game, maka diantara sekian banyak game yang dapat diidentifikasi sebagai awal dari kolaborasi game dengan edukasi adalah salah satu game produk Atari pada dekade 1980-an, yaitu  Army Battlezone, sebuah game yang awalnya ditujukan untuk kepentingan trainning militer. Fihak departemen pertahanan amerika memang termasuk inisiator untuk mengembangkan game dalam dunia militer yang mengarah pada simulasi peperangan dan sejenisnya. Simulasi yang dikembangkan sebelumnya ternyata membutuhkan peralatan khusus dengan biaya yang cukup besar. Ternyata dengan menggandeng para pengembang game, sejumlah simulasi di bidang militer dapat dilakukan dengan konsep game dengan biaya yang jauh lebih murah. Kesuksesan game sejenis Army Battlezone, telah menumbuhkan genre baru dalam dunia game.

Mengingat Serious Game adalah satu bidang yang masih baru, maka klasifikasi game yang tergolong dalam serious game pun masih dalam tahap yang sederhana, sampai saat ini bila berbicara seputar serious game, maka beberapa klasifikasi yang termasuk kedalamnya adalah:

¨      Advergaming
¨      Edutainment
¨      Games-Based Learning
¨      Edumarket Games (Gabungan dari Advergaming dan Edutainment)
¨      News Games atau  Journalistic Games
¨      Simulation Games
¨      Persuasive Games
¨      Organizational Dynamic Games
¨      Games for Health
¨      Art Games
¨      Productivity Game

Sementara itu Julian Alvarez dan Olivier Rampnoux (The European Center for Children’s Products, University of Poitiers) membagi serious game hanya dalam 5 katagori saja, yaitu: Advergaming, Edutainment, Edumarket game, Diverted game and Simulation game.

Salah satu contoh serious game adalah game Re-Mission (http://www.re-mission.net). Game ini adalah termasuk dalam genre Thirds-person shooter video game yang dikeluarkan oleh sebuah organisasi non profit  HopeLab pada bulan  April 2006. Tujuan utama dari game ini adalah memberikan edukasi pada generasi muda seputar kanker serta bagaimana agar bisa bertahan dengan penyakit ini. Game yang dikembangkan oleh HopeLab ini didasarkan pada studi yang cukup lama terkait dengan penyakit kanker dan kemudian mengkombinasikannya dengan konsep game.

Contoh lain dari serious game adalah Food Force, sebuah game yang dikeluarkan oleh organisasi pangan dunia (United Nations World Food Programme – WFP) pada tahun 2005. Dalam game ini, player diberikan satu misi untuk mendistribusikan pangan ke subah negara yang terkena kekurangan pangan, kemudian melakukan program recoverynya hingga negara tersebut dapat kembali memenuhi kebutuhan pangannya. Dan menariknya game ini dapat pula dikoneksikan dengan komputer di WFP untuk memberikan informasi terbaru kondisi real negara yang termasuk katagori kekurangan pangan.( http://www.food-force.com).

Game Food Force ini bertipe arcade, mengambil story awal dari sebuah pulau fiksi bernama Sheylan di daerah samudra india yang mengalami masalah kekurangan pangan dan perang saudara. Maka player kemudian bergabung dengan tim dari PBB yang terdiri dari sejumlah ahli untuk membantu penduduk pulau Sheylan tersebut.  Misi dati game meliputi pemantau dari bencana kelaparan dari udara, perhitungan biaya yang dibutuhkan, mengkoordinasi bantuan makanan dari seluruh dunia, merekontruksi ulang wilayah tersebut agar dalam jangka waktu tertentu dapat keluar dari problem pangan, pengiriman paket makan untuk waktu tertentu. Semua misi tersebut dijalankan dalam limit waktu tertentu

Sumber:

READ MORE..

Klasifikasi Game Berdasarkan Platform Dan Jenisnya

Sejarah game tidak lepas dengan yang namanya Platform, dari yang awalnya hanya mesin Arcade (Mesin Ding Dong) hingga sampai sekarang ini yang sudah mencapai era Mobile Games. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah klasifikasi game berdasarkan jenis Platform yang digunakan:

1.      Arcade Games, yaitu yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).

2.      PC Games, yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers.

3.      Console Games, yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti Sega, Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii.

4.      Handheld Games, yaitu yang dimainkan di console khusus video game yang dapat dibawa kemana-mana, contoh Nintendo DS dan Sony PSP.

5.      Mobile Games, yaitu yang dapat dimainkan khusus untuk handphone atau PDA.

Disamping klasifikasi game berdasarkan jenis Platform yang digunakan, terdapat kategori-kategori lainnya, yaitu:

1.      Multiplayer Online
Game yang sedang trend di Indonesia bahkan dunia, menjadi salah satu titik balik mengapa dunia game dan internet di Indonesia dapat berkembang. Dan karena dimainkan online dan dengan sistem pembayaran menggunakan voucher, pembajakan sudah tidak menjadi masalah lagi. Game yang dapat dimainkan secara bersamaan oleh lebih dari 2 orang (bahkan dapat mencapai puluhan ribu orang dalam satu waktu) membuat pemain dapat bermain bersama dalam satu dunia virtual dari sekedar chatting hingga membunuh naga bersama teman yang entah bermain di mana. Umumnya permainan tipe ini dimainkan di PC dan bertema RPG, walau ada juga yang bertema music atau action. Contoh: Ragnarok online, O2jam, World of Warcraft, Ayo Dance, Lineage, Rose online.

2.      Casual Games
Sesuai namanya, game yang casual itu tidak kompleks, mainnya rileks dan sangat mudah untuk dipelajari (bahkan cenderung langsung bisa dimainkan). Jenis ini biasanya memerlukan spesifikasi komputer yang standar pada jamannya dan ukurannya tidak lebih dari 100 MB karena biasanya dapat di download versi demo-nya di website resminya. Genre permainannya biasanya puzzle atau action sederhana dan umumnya dapat dimainkan hanya menggunakan mouse (biasanya game lain menggunakan banyak tombol tergantung game-nya). Contoh: Diner Dash, Sally Salon, Bejeweled, Zuma, Feeding Frenzy, Insaniquarium.

3.      Edugames
Pernah mengunjungi website Pocari Sweat? Anda akan menemukan game yang berbentuk komik yang dapat dimainkan untuk mengumpulkan poin sebesar-besarnya agar mendapatkan hadiah. Jenis game yang biasanya mudah dimainkan ini mengusung dan menampilkan produk atau brand mereka baik secara gamblang maupun tersembunyi. Di era tumbuhnya media-media baru berteknologi tinggi sekarang ini, dunia periklanan memang sudah tidak lagi terbatas pada TV, koran, majalah, billboard dan radio, video game sekarang telah menjadi sarana beriklan atau membangun brand-awareness yang efektif. Baik melalui internet maupun di mainkan di event-event mereka, edugames terasa semakin dibutuhkan untuk menjaring calon konsumen bagi produk yang menggunakan advergames ini. Contoh produk di indonesia yang membuat advergames: A-Mild, Rexona Teens, Axe dan Pocari Sweat.

4.      Advergames
Video Game jenis ini dibuat dengan tujuan spesifik sebagai alat pendidikan, entah untuk belajr mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan angka, matematika, sampai belajar bahasa asing. Developer yang membuatnya, harus memperhitungkan berbagai hal agar game ini benar-benar dapat mendidik, menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan yang memainkannya. Target segmentasi pemain harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design visual ataupun animasinya. Contoh edugames: Bobi Bola, Dora the explorer, Petualangan Billy dan Tracy.

5.      Games-Based Learning
Adalah game yang bertujuan untuk mempelajari suatu skill.

6.      Simulation Games
Video Game jenis ini seringkali menggambarkan dunia di dalamnya sedekat mungkin dengan dunia nyata dan memperhatikan dengan detil berbagai faktor. Dari mencari jodoh dan pekerjaan, membangun rumah, gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan memecat atau menambah karyawan. Dunia kehidupan rumah tangga sampai bisnis membangun konglomerasi, dari jualan limun pinggir jalan hingga membangun laboratorium cloning. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang terbatas. Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.

Sumber: 

¨      PasarKreasi.com – The Largest Creative Market in Indonesia | Expert Talk | Buat Video Games Yuk! (bag1. Jenis game)

READ MORE..

Jumat, 18 Februari 2011

Fakta Tentang Lutut Kopong

Pernahkah lutut Anda sering sakit, kemudian terasa bunyi pada saat jongkok? Apakah penyebabnya kurang kalsium? Konon katanya, hal ini disebabkan karena kita terlalu banyak bermasturbasi hahahaha :p, tapi bagaimana penjelasan medis terhadap keluhan ini.

Nyeri lutut merupakan salah satu  keluhan  yang sering terjadi. Penyebab nyeri lutut dapat karena cidera lutut yang mengakibatkan robekan pada ligamen (pengikat sendi) atau cidera yang menyebabkan kerusakan jaringan tulang rawan sendi. Penyakit-penyakit tertentu juga dapat menyebabkan nyeri lutut seperti arthritis, asam urat dan infeksi sendi.

Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan nyeri sendi seperti:

Usia

Penyebab nyeri lutut yang biasa terjadi pada usia muda adalah tendinitis patella (radang tendon yang terletak pada tulang lutut) dan penyakit Osgood-Schlatter (radang pada penonjolan tulang kering dibawah tulang lutut). Sementara penyebab nyeri lutut pada usia lanjut adalah osteoartrtitis (proses degenerasi jaringan tulang rawan sendi, biasa disebut sebagai pengapuran).

Jenis Kelamin

Anak wanita lebih sering mengalami robekan ligamentum krusiat anterior (ligament yang berperan saat kita meluruskan lutut). Sementara anak laki-laki lebih sering mengalami risiko terjadi penyakit Osgood-Schlatter.

Berat Badan

Berat badan yang  berlebihan akan meningkatkan stress pada sendi lutut saat melakukan aktivitas sehari-hari seperi berjalan, naik dan turun tangga.

Problem Mekanik Pada Tungkai

Adanya ketidaknormalan struktur tungkai seperti panjang kaki yang tidak sama, lutut X atau O dan bahkan tapak kaki datar dapat menyebabkan risiko nyeri lutut.

Kurangnya Kekuatan atau Kelenturan Otot

Hal ini adalah salah satu penyebab utama cidera pada lutut. Otot yang terlalu tegang atau sebaliknya otot yang lemah, kurang berfungsi sebagai  penyokong pada lutut, karena otot tersebut tidak menyerap stress yang terjadi pada sendi lutut dengan baik selama aktivitas.

Olahraga Tertentu
Beberapa olah raga menyebabkan risiko tinggi nyeri pada lutut. Seperti olahraga basket yang banyak melakukan gerakan lompat dan berputar, olahraga lari menyebabkan beban berulang-ulang pada lutut.

Jadi, sebelum olahraga sebaiknya melakukan pemanasan otot dengan baik, seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa fungsi otot yang optimal akan mencegah terjadinya nyeri sendi lutut.

Perlu dilihat juga mengenai aktivitas sehari-hari, apakah banyak berjalan, naik turun tangga, banyak melakukan aktivitas melipat sendi lutut seperti jongkok.

Mengenai asupan kalsium pada usia 20 tahun adalah sebesar 1.000 mg/hari. Asupan kalsium didapatkan dari suplemen kalsium maupun makanan sehari-hari seperti keju, susu, ikan sarden, bayam, kangkung dll.

Sehingga tidak perlu terlalu khawatir akan kekurangan kalsium pada usia muda jika tanpa penyakit tertentu seperti penyakit gangguan ginjal, hati, kekurangan vitamin D dll. Sebaiknya kebutuhan kalsium tersebut terpenuhi sebagai tabungan kalsium tulang diusia lanjut.

Nah, kesimpulannya, keluhan pada lutut sama sekali tidak ada hubungannya dengan aktivitas seksual.

READ MORE..

Selasa, 15 Februari 2011

Game Dari Masa Ke Masa

Jika kita bicara tentang game, terlebih dahulu kita harus mengenal definisi dari game tersebut. Game adalah sebuah permainan interactive yang membutuhkan komputer untuk bermain. Program komputer menerima input dari si pemain melalui pengendali dan menampilkan lingkungan buatan melalui TV atau layar monitor. Mungkin sewaktu kita kecil dulu, kita hanya mengenal game-game tradisional semacam Galahsin, Tak Jongkok, Tak Umpet dsb. Zaman sekarang, anak kecil cenderung lebih suka duduk berjam-jam didepan konsol Playstation ataupun rela mengeluarkan uang demi memainkan game online.  Perubahan ini, mungkin dikarenakan semakin canggihnya dan semakin real-nya kualitas grafik dan gameplay game masa kini, sehingga anak-anak beralih ke game modern.

Marilah kita telurusi lebih dalam sejarah dari game komputer. Sejarah game komputer secara langsung berhubungan dengan perkembangan komputer itu sendiri. Komputer dengan kecepatan processor tinggi, grafis yang lebih mendekati realita, dan media penyimpanan yang lebih besar sebenarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dalam bermain games.

Berikut ini adalah sejarah game komputer dari masa ke masa:

Generasi Pertama (Periode 1952-1975)

Tahun 1952, di Universitas Cambridge, A.S Douglas menulis sebuah tesis untuk gelar sebuah PhD-nya mengenai interaksi antara komputer dan manusia. Dalam tesisnya itu ia menciptakan game komputer dari sebuah permainan tradisional bernama Tic-Tac-Toe. Game ini diprogram dengan memakai komputer EDVAC vacuum tube yang memiliki layer berupa cathode ray tube (CRT).

Kemudian di tahun 1958. William Haginbotham seorang ahli fisika membuat video game pertama yang menyerupai permainan tenis meja. Berbeda dengan Douglas, video game pertamanya yang berjudul Tennis for Two diciptakan dan dimainkan di osciloscope.

Tapi game komputer pertama yang benar-benar diciptakan menggunakan komputer adalah Spacewar. Saat itu di tahun 60-an, komputer adalah barang sangat mewah. Dan biasanya komputer dipakai untuk kepentingan riset dalam dunia militer. Seseorang mahasiswa MIT, bernama Steve Russel, memiliki ketertarikan akan hal lain. Dia dan teman-temannya sangat nge-fans dengan kisah fiksi ilmiah berjudul Skylark karangan Edward E Smith. Dari situ mereka membuat sebuah game bernama Spacewar. Kebetulan juga, Steve Russel bekerja menggunakan sebuah komputer mainframe bernama MIT PDP-1 yang biasa dipakai untuk perhitungan statistik. Dengan komputer itulah dia membuat Spacewar di tahun 1961.

Ditahun 1966, Sejenis game televisi didesain dan dipatenkan atas nama Ralph Baer, teknisi di Sanders Associates. Ia dan rekannya mendapat lisensi khusus untuk mengembangkan ball-and-paddle videogames.

Pada tahun 1971, Sebuah perusahaan bernama Magnavox melisensi teknologi Brown Box-nya Baer dan mengembang-kan sistem Odyssey untuk home gaming. Tidak lama kemudian muncul preview Ping-Pong.

Padaa tahun 1972, Nolan Bushnell bersama dengan Ted Dabney menciptakan game ber-genre arcade yang pertama. Dinamai Komputer Space, game itu didasari oleh Spacewa. Pada tahun itu juga Nolan dan Ted memulai perusahaan bernama Atari, nama itu diambil dari kata berbahasa Jepang untuk "check" di board game Go.

Odyssey Home Entertainment System hadir sebagai konsol video game pertama untuk keperluan domestik. Terjual lebih dari 200.000 unit.

Magnavox Odyssey mengoperasikan game, gamenya adalah Pong.

Tidak lama setelah kemunculan Odyssey, sebuah game arcade legendaris Atari berjudul “Pong” muncul. Pong itu sendiri merupakan sebuah game sederhana yang mengambil konsep permainan tenis, satu bola dan 2 papan di kiri dan kanan, pemain sebisa mungkin harus berusaha mengembalikan bola ke daerah lawan. Atari merilis Pong dalam bentuk sebuah mesin ding dong bernama Sears.

Tahun 1973, Taito Corporation memperkenalkan game-game arcade pertama untuk video game, termasuk Elepong. Perusahaan ini memproduksi mesin game sebelum akhirnya mengembangkan game.

Midway Games melisensi Pong dari Atari dan kemudian merilis versinya sendiri, Winner. Dan Atari merilis game video game arcade Gotcha.

Di Tahun 1975, Nakamura Manufacturing (sekarang Namco) milik Masaya Nakamura memasuki pasar video game arcade setelah membeli Atari Jepang seharga $500.000,-
     
Kee Games merilis Tank, video game arcade per-tama yang menggunakan ROM chip untuk grafik. Coin-op ini kemudian hari diperbarui menjadi Combat, untuk konsol Atari pertama.

Pada tahun 1975, Magnavox menyerah dan menghentikan produksi Odyssey. Sebagai gantinya, mereka mengikuti jejak Atari, memproduksi mesin ding dong bernama Odyssey 100, yang khusus menyajikan game Pong.

Midway merilis Gun Fight, game pertama yang menggunakan microchip. Atari mendesain home version Pong.

Dan di tahun ini pula, Bill Gates dan Paul Allen mendirikan Microsoft yang kelak menjadi pengembang software terbesar di dunia dan pembuat home-videogame console.

Generasi Kedua (Periode 1976-1983)

Pada tahun 1976, Fairchild mencoba menghidupkan kembali dunia video game dengan menciptakan VES (Video Entertainment System). VES adalah mesin pertama yang disebut ”konsol”. Konsol ini menggunakan kaset magnetik yang disebut cartridge. Nah, konsep ini kemudian diikuti oleh beberapa produsen lain, termasuk Atari, Magnavox, dan RCA, ketiga perusahaan tersebut juga merilis konsol serupa.

Fairchild VES,  konsol pertama di dunia yang menggunakan media cartridge.

Setelah memprogram Breakout, Steve Jobs dan Steve Woznlak meninggalkan Atari untuk memulai Apple Computer dan mengembangkan home-computer Apple I. (17).

Pada tahun 1977, dunia konsol menjadi tidak populer, game-game yang ada tidak berhasil menarik minat. Fairchild dan RCA mengalami kebangkrutan. Praktis, hanya ada Atari dan Magnavox yang masih bertahan di dunia video game.

Atari meluncurkan VCS (Video Computer System), salah satu konsol populer sepanjang masa. Terjual sampai 25 juta unit, berikut cartridge sebanyak 120 juta buah di seluruh dunia.
           
Studio II, home-videogame console warna hitam putih dirilis oleh RCA. Disertai dengan lima built-in game. Tapi, masih kalah dengan full color Atari VCS.
           
Gilirannya muncul PC dengan grafik warna: Apple II keluaran Apple Computer. Dengan spesifikasi CPU 6502, RAM 4 Kb, dan game.

Pada tahun 1978, Magnavox meluncurkan Odyssey 2, seperti halnya Odyssey pertama, konsol ini pun gagal menjadi hit. Tak lama berselang, Atari meluncurkan konsol legendaris, Atari 2600, yang terkenal dengan game Space Invaders-nya, pasti tahu dong, game pesawat yang menembaki alien.

Bushnell meninggalkan Atari dan mendirikan Pizza Time Theater, taman hiburan keluarga pertama yang berorientasi arcade.

Sekitar tahun 1979, Konsol Intellivision (Intelligent Television) diperkenalkan oleh Mattel Electronics. Grafik kualitas arcade-nya menjadi standar home system yang lain.

Larry Kaplan, Alan Miller, David Crane, dan Bob Whitehead - mantan programer Atari mendirikan Activision, perusahaan software video game mandiri pertama.

Di tahun 1980, berbagai produsen konsol muncul, dan mereka mengambil Atari 2600 sebagai konsep dasar, perkembangan dunia game pun semakin pesat. Di tahun ini, Bally dan Midway memulai debut Pacman yang kelak menjadi serial kenamaan.

Tahun 1982, Mantan eksekutif Apple, Trip Hawkins mendirikan perusahaan software game Electronic Arts yang kini dikenal dengan game berkualitas tinggi dan kemasan uniknya.
Dan pada tahun 1983, dunia video game kembali ambruk. Game-game yang kurang kreatif membuat konsol kembali mendapat sambutan dingin, apalagi, PC saat itu menjadi semakin canggih. Orang lebih memilih membeli PC ketimbang konsol video game, selain untuk bermain, PC juga produktif untuk bekerja. Game-game komputer (PC Game) semakin berkembang pesat, hingga saat ini. Pelopor PC ber-game saat itu adalah Commodore 64, konsol sekaligus personal computer yang menyediakan tampilan grafis 16-warna dan memiliki kapasitas memori jauh lebih baik dari konsol video game model apa pun.

Note: Atari 2600, konsol yang sempat hit pada tahun 80-an. Memiliki “adik” bernama Atari 2600 Jr.

Generasi Ketiga (Periode Tahun 1984)

Di tahun 1984, perusahaan bernama Famicom (Jepang) menciptakan gebrakan baru, sebuah konsol bernama Famicom / Nintendo Entertainment System (NES) dirilis di akhir 1983. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi untuk pertama kalinya. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang, Famicom memperluas pemasarannya ke Amerika, yang dikenal dengan NES (Nintendo Entertainment System). Nintendo memiliki chip pengaman pada cartridge game mereka, dengan demikian seluruh game yang akan dirilis haruslah seijin developer Nintendo. Dan akhirnya, muncul sebuah game legendaris, Super Mario Brothers, yang dibintangi karakter fenomenal yang tetap eksis hingga kini, Mario & Luigi.

Famicom dari Nintendo, berhasil merajai pasar videogame di era generasi ketiga.

Generasi Keempat (Periode Tahun 1988-1990)

Pada tahun 1988, NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Sega merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES. Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan tinggi. Di tahun ini Final Fantasy-nya Square Soft dirilis buat Famicom. Sampai kini serial RPG ini masih disukai dan jadi franchise yang menguntungkan.


Di tahun 1990, Nintendo menjawab tantangan Sega, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi musuh bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua konsol mereka begitu handal dan populer.

      Rivalitas yang legendaris, Super NES dan Mario Brothers sebagai ikonnya melawan SEGA Mega Drive dan Sonic the Hedgehog sebagai ikonnya.

Generasi Kelima (Periode Tahun 1990-1998)

Pada tahun 1990-1994, Sega dan Nintendo tetap bersaing. Berbagai game fenomenal dirilis. SNES menyertakan chip Super FX pada cartridge mereka, dan Sega menggunakan Sega Virtua Processor, keduanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas grafis dari game. Alhasil, SNES dan Sega saling beradu dengan game-game keren seperti Donkey Kong Country (SNES) yang didesain oleh Shigeru Miyamoto dan Vectorman (Sega).

Di tahun 1993, sebuah perusahaan ternama, Panasonic, merilis konsolnya yang bernama Panasonic 3DO. Ini adalah konsol pertama yang menggunakan CD sebagai pengganti cartridge. Harganya yang sangat mahal membuat konsol ini tidak populer, 3DO tidak bertahan lama dan harus segera menghentikan produksinya.

Panasonic 3DO, konsol game pertama yang menggunakan media CD.

Dan di tahun 1994, Atari kembali meluncurkan konsol baru untuk menandingi Nintendo dan Sega. Atari Jaguar jelas jauh lebih canggih ketimbang NES maupun Mega Drive, tetapi penggunaannya yang sulit menjadi batu sandungan, belum lagi, pada tahun yang sama, Sony merilis konsol super legendaris, PlayStation. Atari bangkrut dan akhirnya melakukan merger. Konsol basis CD yang pertama kali menuai sukses adalah Sony PlayStation. Konsol Jepang ini segera mendapat sambutan hangat, dan hingga saat ini, PlayStation sudah terjual ratusan juta unit. PlayStation yang juga disebut PS-One merupakan konsol terlaris sepanjang masa. Sega dan Nintendo tampaknya menyadari ketertinggalan mereka dari Sony. Sega kemudian merilis Sega Saturn, dan Nintendo mengeluarkan Nintendo 64.

Ini dia sang raja konsol, Sony Playstation generasi pertama (PSX)!!

Generasi Keenam (Periode Tahun 1995-2005)

Pada tahun 1995, Setelah jatuhnya Nintendo dan Sega, kini dunia konsol jadi milik Sony. PlayStation menjadi raja dan bisa dibilang tidak memiliki pesaing. Sega mencoba meluncurkan Sega Dreamcast untuk mematahkan dominasi Sony, tetapi kembali gagal, akhirnya pada tahun itu juga, Sega mengundurkan diri dari dunia produsen konsol dan hanya menjadi produsen game. Naughty Dog di tahun 1996, mengembangkan Crash Bandicoot, game PS terbitan Sony yang sukses berat.

Di tahun 1998, Pokemon tiba di Amrik. Kisah ini dikembangkan oleh Satoshi Tajiri, pendiri Game Freak. Franchise-nya menyebar ke seluruh dunia. Dan Konami menerbitkan Metal Gear Solid untuk PS. Kualitas grafik, suara, desain karakter, dan efek spesial menjadi standar baru untuk game konsol rumahan.

Di awal medio 2000, Sony semakin ’merajalela’ ketika mereka berhasil merilis konsol barunya, PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo mencoba bertahan di dunia konsol dengan merilis GameCube. Konsol ini tidak menggunakan DVD 12 cm biasa, melainkan DVD yang berukuran lebih kecil, yaitu 8 cm. Ukuran keping medianya yang lagi-lagi nyeleneh membuat GameCube kurang populer. Satu-satunya pesaing serius PlayStation 2 adalah Xbox. Sebuah konsol keluaran Microsoft ini menggebrak dengan tampilan visual yang sangat tajam dan berkualitas yang kala itu lebih menarik dibanding dengan PlayStation 2. Sayangnya game-game Xbox ternyata tidak sepopuler PlayStation 2. Satu game Xbox yang menjadi hit dan cukup fenomenal yaitu Halo. Karena game ini udah memanfaatkan fasilitas ‘unggul’ dari Microsoft, yaitu Xbox Live.

(ki-ka) Nintendo GameCube, Microsoft Xbox, Sony Playstation 2. Diurut berdasarkan tingkat popularitasnya.

Generasi Ketujuh (Periode Tahun 2005-Sekarang)

Tahun 2005, boleh dibilang, Xbox terlambat meluncur ke pasaran dibanding PlayStation 2, dan support game-game tenar juga sangat minim. Tetapi, Microsoft seolah belajar dari kesalahannya. Pada saat Sony masih melakukan riset untuk konsol PlayStation 3 yang menggunakan Blu-Ray, Microsoft kali ini telah mengambil seribu langkah lebih cepat. Xbox 360, konsol generasi terkini yang memanfaatkan media HD-DVD.

Dan pada tahun 2006, Xbox 360 hadir dengan segudang fitur istimewa, mulai dari grafis, hingga titel-titel game terkenal. Di antaranya Best Game of The Years 2006 versi beberapa situs game terkemuka, Gears of War. Apalagi, Xbox Live semakin disempurnakan, dan mendapat sambutan luar biasa dari para gamer. Kali ini, giliran Sony yang terlambat. PlayStation 3 dirilis pada November 2006, selang seminggu sebelum Nintendo meluncurkan terobosannya, yaitu Nintendo Wii. Posisi PlayStation 3 kurang menguntungkan, selain karena Xbox 360 sudah keburu tenar duluan, Wii juga menawarkan inovasi pada stik kontrol mereka yang ’motion sensitive’. Apalagi, harga konsol terbaru Sony itu merupakan yang paling mahal dibanding dua pesaingnya. Alhasil, penjualan PlayStation 3 menjadi yang terendah di bawah Xbox 360 dan Wii. Walaupun penjualannya merupakan yang terendah, perlahan-lahan Playstation 3 dengan media Blu-ray nya yang menghasilkan grafis diatas dua pesaingnya, mulai menyamai penjualan mereka, didukung dengan game-game terkenal semacam Final Fantasy XIII.

Xbox 360, Wii, Playstation 3, menjadi pesaing tetap dari generasi sebelumnya.

Generasi Handleheld

Merebaknya popularitas game, membuat berbagai perusahaan elektronik berusaha membuat terobosan baru. Di antaranya adalah membuat sebuah mesin game berukuran kecil, yang bisa dibawa ke mana pun. Belakangan, konsol pun dibuat mini, serupa dengan handheld, tentu saja, ini merupakan sebagian terobosan besar yang tidak boleh dilupakan dalam sejarah game.

Generasi Handheld dimulai pada tahun 1976-1979, sejarah video game saku ini bermula, beberapa piranti dari Mattel dirilis ke pasaran, tetapi tidak begitu populer. Demikian pula dengan handheld buatan Milton Bradley yang dilempar ke pasaran.

Tahun 1980-1984, Perusahaan-perusahaan Jepang mulai merambah pasar handheld, tetapi tetap sama saja hasilnya. Hal ini terus berlanjut hingga tahun 1984. Pada waktu itu, sebuah nama yang tentu tidak asing sampe sekarang, Game Boy, muncul. Handheld buatan Nintendo ini begitu diminati dan dinobatkan sebagai handheld pertama di dunia yang angka penjualannya boleh dikatakan sukses.

Pada tahun 1989, Atari mengakhiri era handheld hitam putih. Produk andalannya, Atari Lynx, membawa dimensi baru. Ini handheld pertama yang mampu menampilkan warna, sekaligus animasi 3D yang sederhana.

Tahun 1990, dunia handheld semakin menggila, NEC, perusahaan elektronik terkemuka di Jepang membuat handheld yang mampu merender animasi 3D lebih kompleks, karena menerapkan konsep grafis 3D untuk PC (personal computer).

Handheld beda generasi: 1. Sony PSP, 2. GamePark XGP, 3. GamePark GP32, 4. Atari Lynx, dan 5. NEC TurboExpress.

Tahun 1994, Semenjak tahun tersebut, produsen game semakin gencar melakukan riset untuk handheld. Sega merilis Game Gear dan setahun berselang, Nintendo memperbarui produknya dengan Super Game Boy. Bahkan, Sega memproduksi handheld tanpa layar, Mega Jet, untuk diimplementasikan di pesawat terbang guna menghibur penumpangnya. Nintendo Virtual Boy menyusul, lengkap dengan kacamata 3D-nya, yang sekarang banyak ditiru untuk pelengkap berbagai paket produk grafis 3D.

Tahun 1995, ada ide untuk mengecilkan ukuran konsol, dimulai dari Sega Nomad. Konsol ini membutuhkan cartridges Sega Mega Drive, tetapi ukurannya kecil, maka dari itu tergolong handheld.

Tahun 1996, muncul Neo Geo Pocket, disusul oleh beberapa variasi Game Boy Pocket dan Game Boy Color, yang terus berinovasi tiap tahunnya.

Pada tahun 1998-2000, Sony merilis PocketStation dan memberikan kejutan besar di dunia konsol. Handheld ini memiliki kualitas visual yang jauh lebih baik dibanding handheld lain yang ada di pasaran. Salah satu pentolan Nintendo, Gumpei Yokoi, memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan Bandai, kemudian merilis WonderSwan dan WonderSwan Color.

Tahun 2001, Game Park GP32 muncul. Handheld buatan Korea ini sangat unik, selain fitur multimedia, pemiliknya bisa mendesain aplikasi dan game sendiri untuk GP32. Nintendo juga merilis Game Boy Advance pada tahun yang sama. Bahkan, Nokia produsen ponsel yang tidak asing bagi kita, merilis handheld Nokia N-Gage. Ini merupakan ponsel sekaligus piranti game yang lengkap dengan fitur-fitur multimedia dan interkonektivitas, seperti Bluetooth. Dan juga pada tahun ini, dirilis Game Boy Advance SP dengan model yang cantik, solid, dan padat.


Dan di tahun 2004-2006, Sony merilis handheld pertama yang menggunakan cakram bernama PSP dan dibarengi dengan hadirnya Nintendo DS, yang menggunakan konsep dual screen (layar ganda). Disusul oleh Game Boy Micro dan Game Park XGP. Nintendo DS Lite dan Pelican VG Pocket Caplet menjadi handheld terbaru yang dilempar ke pasaran.

Sekarang ini, Nintendo sedang mengembangkan handheld Nintendo 3DS, yang menyajikan game 3D berbasis handheld.

Sumber:
  1. http://dea-yovita.yolasite.com/sejarah-game.php
  2. http://inron01.blogspot.com/2008/11/sejarah-game.html
  3. Majalah Hotgame, Edisi 100, Kamis 4 September 2003
READ MORE..